Kasus Dugaan Gratifikasi Alkes, Oknum ASN RSUD Ulin Banjarmasin Ditangkap

Kompas.com - 14/09/2021, 16:48 WIB
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Rifa'i (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan terkait OTT seorang ASN di Banjarmasin, Kalsel, Selasa (14/9/2021). KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARKabid Humas Polda Kalsel, Kombes Rifa'i (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan terkait OTT seorang ASN di Banjarmasin, Kalsel, Selasa (14/9/2021).

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial SBH tertangkap tangan dalam kasus dugaan gratifikasi pengadaan alat kesehatan (alkes).

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kalsel Kombes Rifa'i mengatakan, SBH merupakan ASN yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Baca juga: Kasus Petugas Bea Cukai Batam Dihajar Massa Saat OTT Rokok Ilegal, Pelaku Diduga 15 Orang, Baru 1 Tertangkap

Dia ditangkap bersama pria berinisial SH, karyawan PT Capricorn sebagai penyedia alat kesehatan.

"Kita tangkap di salah satu rumah makan di kilometer 5 Banjarmasin dengan sejumlah barang bukti," ujar Kombes Rifa'i kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Rifa'i menuturkan, selain kedua tersangka, polisi juga menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 11.519.000 yang dikemas dalam amplop berwarna cokelat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Uang itu diberikan SH kepada SBH sebagai tanda terima kasih telah berhasil meloloskan tender pengadaan alat kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin.

"Kita sudah memintai keterangan 11 saksi. SBH meloloskan tender, lalu dikasih hadiah oleh PT Capricorn," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Petugas Bea Cukai Batam Babak Belur Dihajar Massa Saat OTT Bongkar Muat Rokok Ilegal

Rifa'i menambahkan, SBH kerap berhubungan dengan SH saat perencanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di RSUD Ulin tahun 2021.

"Dengan membantu produk yang diminta SH bisa masuk dalam perencanaan pembelian Alkes di RSUD Ulin sementara yang bersangkutan bukan panitia pengadaan," pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat Pasal 12B dan 12C Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tahun 2001 dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolsek Parigi Diduga Cabuli Anak Tersangka, Keluarga Korban: Tak Ada Damai...

Kapolsek Parigi Diduga Cabuli Anak Tersangka, Keluarga Korban: Tak Ada Damai...

Regional
Yogyakarta Masuk PPKM Level 2, Satgas Covid-19: Tugas Kita Makin Berat

Yogyakarta Masuk PPKM Level 2, Satgas Covid-19: Tugas Kita Makin Berat

Regional
Pembelajaran Tatap Muka di Pekanbaru, Durasi Belajar Ditambah Jadi 4 Jam

Pembelajaran Tatap Muka di Pekanbaru, Durasi Belajar Ditambah Jadi 4 Jam

Regional
2 Orang Tewas akibat Kecelakaan Maut di Sumba Tengah, Begini Kronologinya...

2 Orang Tewas akibat Kecelakaan Maut di Sumba Tengah, Begini Kronologinya...

Regional
Viral, Video Bupati Jember Bernyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Turun Tangan

Viral, Video Bupati Jember Bernyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Turun Tangan

Regional
20 Sekolah di Gunungkidul Kemalingan dalam 5 Bulan, Ini Imbauan Dinas Pendidikan

20 Sekolah di Gunungkidul Kemalingan dalam 5 Bulan, Ini Imbauan Dinas Pendidikan

Regional
Terungkap, Bos Situs Judi Online Asal Jakarta Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel, Ini Kata Polisi

Terungkap, Bos Situs Judi Online Asal Jakarta Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel, Ini Kata Polisi

Regional
Pemkab Klaten Bakal Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di 5 Tempat Wisata, Mana Saja?

Pemkab Klaten Bakal Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di 5 Tempat Wisata, Mana Saja?

Regional
Melihat Ekowisata Kampung Blekok Situbondo, Upaya Melestarikan Ribuan Burung Air

Melihat Ekowisata Kampung Blekok Situbondo, Upaya Melestarikan Ribuan Burung Air

Regional
Banyak Warga Termakan Isu Hoaks, Realisasi Vaksinasi Sumbar Baru 27 Persen

Banyak Warga Termakan Isu Hoaks, Realisasi Vaksinasi Sumbar Baru 27 Persen

Regional
Cerita Basarnas Evakuasi Pria Mabuk yang Panjat Tower SUTET: Salah Sedikit, Nyawa Taruhannya

Cerita Basarnas Evakuasi Pria Mabuk yang Panjat Tower SUTET: Salah Sedikit, Nyawa Taruhannya

Regional
Ibu 3 Anak yang Diduga Diperkosa Dilaporkan Balik, LPSK Ingatkan UU Perlindungan Saksi dan Korban

Ibu 3 Anak yang Diduga Diperkosa Dilaporkan Balik, LPSK Ingatkan UU Perlindungan Saksi dan Korban

Regional
Kronologi Pria Tewas Dibakar Massa Usai Dituduh Mencuri Motor di Bangkalan, Polisi Tangkap 2 Orang

Kronologi Pria Tewas Dibakar Massa Usai Dituduh Mencuri Motor di Bangkalan, Polisi Tangkap 2 Orang

Regional
2 Orang Tewas Tersambar Petir Usai Memancing di Gowa, Begini Kronologinya...

2 Orang Tewas Tersambar Petir Usai Memancing di Gowa, Begini Kronologinya...

Regional
Turun ke Level 2, Kabupaten Madiun Buka 59 Tempat Pariwisata

Turun ke Level 2, Kabupaten Madiun Buka 59 Tempat Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.