Balita yang Suka Makan Tanah Dibawa ke RS dan Jalani Rontgen, Begini Hasilnya

Kompas.com - 14/09/2021, 15:47 WIB
VF balita yang gemar memakan tanah dengan digendong ibunya dibawa petugas dengan ambulans menuju RSUD Kardinah dari kediamannya di Kelurahan Debong Lor, Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (13/9/2021) Kompas.com/Tresno SetiadiVF balita yang gemar memakan tanah dengan digendong ibunya dibawa petugas dengan ambulans menuju RSUD Kardinah dari kediamannya di Kelurahan Debong Lor, Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (13/9/2021)

KOMPAS.com - Balita yang suka makan tanah, VF (3), akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (13/9/2021).

Usai kunjungan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tegal dr Sri Prima Indraswari, bocah itu dijemput untuk diantar ke rumah sakit. 

Ibu VF, Umrotun Khasanah (41), mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan tim dokter rumah sakit, anaknya dinyatakan tidak mengalami gangguan pencernaan.

VF pun juga sudah dirontgen.

"Bagian dada dan perutnya dirontgen. Alhamdulillah kata dokter hasilnya semua baik-baik saja. Tidak ada yang sakit," ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Balita di Tegal yang Gemar Makan Tanah Dinyatakan Sehat

Umrotun menuturkan, anaknya tersebut memang beberapa kali mengalami sakit perut, tetapi tidak lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika VF sakit perut, Umroton memberinya puyer dan tidak pernah dibawa ke dokter.

"Setelah dikasih obat warung alhamdulillah sembuh. Jadi tidak pernah dibawa ke dokter," ucapnya.

Kata Umrotun, anaknya tersebut mulai senang makan tanah sejak 1,5 tahun lalu.

Dia tak mengetahui kenapa anaknya doyan makan tanah. Ia menduga, kebiasaan tersebut dipicu gara-gara jarang dibelikan jajan olehnya.

Menurut Umrotun, dirinya dan suaminya, Carmo (50), tak punya cukup uang untuk membelikan jajanan.

"Ya mungkin karena tidak pernah jajan. Makan saja sehari kami mampunya hanya dua kali," ungkapnya.

Baca juga: Balita yang Suka Makan Tanah dan Pecahan Tembok di Tegal Dibawa ke RS

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Regional
Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Hasil Autopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Hasil Autopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Regional
Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Regional
Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Regional
Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Regional
Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Regional
Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Regional
Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Regional
Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Regional
Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Regional
Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Regional
Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Regional
Terlibat Jual Beli Plasma Konvalesen, Oknum Pegawai PMI Surabaya Disidang

Terlibat Jual Beli Plasma Konvalesen, Oknum Pegawai PMI Surabaya Disidang

Regional
Honor THL PDAM Disunat Oknum, Wali Kota Madiun: Kasihan Wong Cilik Kok Digitukan

Honor THL PDAM Disunat Oknum, Wali Kota Madiun: Kasihan Wong Cilik Kok Digitukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.