Pegiat Lingkungan Nyaris Dikeroyok Petani Tebu, Acara Penghijauan Hutan Gundul di Blitar Batal

Kompas.com - 22/07/2021, 16:30 WIB
Ratusan petani tebu menggeruduk acara seremoni peluncuran penghijauan lahan hutan gundul di Dusun Kepek, Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Kamis (22/7/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIRatusan petani tebu menggeruduk acara seremoni peluncuran penghijauan lahan hutan gundul di Dusun Kepek, Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Kamis (22/7/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Ratusan petani tebu menggeruduk acara peluncuran kegiatan penghijauan hutan gundul di wilayah selatan Kabupaten Blitar, Kamis (22/7/2021).

Mereka juga nyaris mengeroyok seorang pegiat lingkungan setempat.

Akibatnya, seremoni yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso di depan rumah dinas kepala resort pemangku hutan (KRPH) di Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto itu berubah menjadi kericuhan.

Baca juga: Usai Ambil Paksa Jenazah Covid-19 dari RS, 2 Orang Positif Corona

Pegiat lingkungan nyaris dikeroyok

Para petani memrotes acara tersebut karena dianggap akan menutup ratusan hektar lahan tebu yang selama ini mereka tanam di lahan kosong milik Perhutani.

"Jangan seenaknya saja mau membabat tanaman tebu kami," teriak salah satu petani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang pegiat lingkungan setempat, Agus Budi Sulistyo, nyaris dikeroyok para petani yang marah ketika dirinya berusaha memberikan penjelasan mengenai kegiatan penghijauan lahan hutan gundul.

Bentrok antara para petani dengan sejumlah warga dari desa-desa yang mendukung penghijauan juga nyaris terjadi.

Baca juga: Cerita Hasanah, PMI yang Lahirkan Bayi Saat Karantina di Asrama Haji, Persalinan Gunakan Kain Ihram

Para petani juga sempat mencabuti sejumlah banner dan poster acara.

Kericuhan mereda setelah petugas kesatuan pemangkuan hutan (KPH) Blitar Teguh Jati Waluyo memberikan penjelasan terkait kegiatan penghijauan yang sedianya diluncurkan.

Para petani kemudian bersedia membubarkan diri setelah mendapatkan kepastian bahwa tanaman tebu mereka tidak akan diganti dengan tanaman lain, sebelum ada kesepakatan dengan semua pihak terkait.

Baca juga: Saya Yakin Waktu Diangkat ke Bed, Istri Saya Sudah Meninggal

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNN Maluku Tangkap 14 Tersangka Narkoba Selama 6 Bulan, Barang Bukti Dibakar dan Diblender

BNN Maluku Tangkap 14 Tersangka Narkoba Selama 6 Bulan, Barang Bukti Dibakar dan Diblender

Regional
Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Regional
Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Regional
Penemuan Mayat Pria, Diduga Tewas Saat BAB di Pinggir Pantai Selatan

Penemuan Mayat Pria, Diduga Tewas Saat BAB di Pinggir Pantai Selatan

Regional
Qatar, Salah Satu Pemimpin MIT, Dipastikan Tewas Dalam Kontak Senjata di Parigi Moutong

Qatar, Salah Satu Pemimpin MIT, Dipastikan Tewas Dalam Kontak Senjata di Parigi Moutong

Regional
Kubu Raya Zona Merah, 10 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sepekan

Kubu Raya Zona Merah, 10 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sepekan

Regional
PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Wali Kota: Aturan Tetap Sama, Penyekatan Jalan Masih Berlaku

PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Wali Kota: Aturan Tetap Sama, Penyekatan Jalan Masih Berlaku

Regional
Hasil Investigasi KIPI Pastikan Ibu di Sulut Bukan Meninggal karena Vaksin AstraZeneca

Hasil Investigasi KIPI Pastikan Ibu di Sulut Bukan Meninggal karena Vaksin AstraZeneca

Regional
294 Warga Kabupaten Blitar Isoman di Rumah, Tempat Isolasi Bangle Masih Kosong

294 Warga Kabupaten Blitar Isoman di Rumah, Tempat Isolasi Bangle Masih Kosong

Regional
Dikejar Cicilan Utang Bank, Pasangan Kekasih di Tegal Nekat Curi 3 Motor dalam Sebulan

Dikejar Cicilan Utang Bank, Pasangan Kekasih di Tegal Nekat Curi 3 Motor dalam Sebulan

Regional
Keterbatasan Stok, Dua Kawasan Pendidikan di Sumedang Jadi Fokus Pemkab Percepat Herd Immunity

Keterbatasan Stok, Dua Kawasan Pendidikan di Sumedang Jadi Fokus Pemkab Percepat Herd Immunity

Regional
PPKM Level 4 di Kebumen Diperpanjang, Bupati: Aturan Tidak Berubah, Hajatan Masih Dilarang

PPKM Level 4 di Kebumen Diperpanjang, Bupati: Aturan Tidak Berubah, Hajatan Masih Dilarang

Regional
Cerita 3 Pemuda Curi Gelang dan Ponsel, Kecanduan Nyabu dan Game Online, Masuk Rumah dengan Pintu Terbuka

Cerita 3 Pemuda Curi Gelang dan Ponsel, Kecanduan Nyabu dan Game Online, Masuk Rumah dengan Pintu Terbuka

Regional
Kisah Linmas Melawan Takut Bantu Warga Terpapar Covid-19, Sempat Dilarang Keluarga hingga Taruhan Nyawa

Kisah Linmas Melawan Takut Bantu Warga Terpapar Covid-19, Sempat Dilarang Keluarga hingga Taruhan Nyawa

Regional
Kabupaten Sambas dan Kubu Raya Masuk Zona Merah Covid-19, BOR dan Kasus Aktif Tinggi

Kabupaten Sambas dan Kubu Raya Masuk Zona Merah Covid-19, BOR dan Kasus Aktif Tinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X