Kisah Pilu TKW Sulikah di Malaysia, Gaji Tak Dibayar Penuh, Hampir Setiap Hari Dipukul Majikan

Kompas.com - 28/06/2021, 08:37 WIB
Inilah Siti Sulikah (22), tenaga kerja wanita asal Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.Perempuan berusia 22 tahun harus menderita jadi korban kekerasan selama bekerja satu tahun lebih asisten rumah tangga di Malaysia. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIInilah Siti Sulikah (22), tenaga kerja wanita asal Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.Perempuan berusia 22 tahun harus menderita jadi korban kekerasan selama bekerja satu tahun lebih asisten rumah tangga di Malaysia.

 

Sulikah sudah berusaha melamar menjadi penjaga toko namun sampai saat ini belum ada yang menerimanya. Bermodal ponsel yang dipinjamkan saudaranya, Sulikah tak pantang menyerah mencari pekerjaan demi menghidupi anaknya semata wayang.

Telah lakukan pendampingan

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun Heru Kuncoro mengaku telah melakukan pendampingan terhadap Siti Sulikah.

Pendampingan itu untuk membantu korban dari trauma dan mengetahui perusahaan pelaksana penempatan TKI swasta (PPTKIS) yang memberangkatkan Sulikah.

Baca juga: Tak Terima Tiba-tiba Digugat Cerai Istri, Pria Ini Bongkar Rumah yang Dibangun Bersama

“Dua hari setelah pulang ada pendampingan dari kami kepada korban. Setidaknya kami mencari informasi PJTKI yang membawa TKI tersebut. Hanya saja korban belum bisa bercerita banyak tentang kejadian yang dialaminya selama bekerja di Malaysia setelah tiba kampung halamannya,” ujar Heru.

Beberapa hari kemudian, petugasnya kembali menemui korban. Dari penelisikan tim, kata Heru, kemungkinan korban berangkat tidak menggunakan jasa PJTKI yang resmi karena data-data keberangkatan diminta tidak ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dalam waktu dekat kami akan ke sana untuk mencari data-data detail setelah korban pulih kondisi traumanya. Biar jelas siapa yang membawa dan mengurus keberangkatannya,” jelas Heru.

Tak hanya itu, kata Heru, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BP2MI di Madiun. Pasalnya, sesuai aturan BP2MI yang akan menindaklanjuti ada tidaknya unsur pelanggaran hukum yang terjadi dalam kasus tersebut.

Dengan demikian kasus itu dapat ditindaklanjuti untuk dibawa ke aparat penegak hukum atau penyelesaian internal perusahaan.

Bagi Heru, saat ini yang terpenting hak-hak korban segera terselesaikan. Sehingga gaji yang belum dibayar segera diterima penuh oleh korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis Bebas Setelah Sebelumnya Dituntut karena Omeli Mantan Suami, Valencya: Tuhan Tak Tidur

Divonis Bebas Setelah Sebelumnya Dituntut karena Omeli Mantan Suami, Valencya: Tuhan Tak Tidur

Regional
10 Jalan Raya di Kota Bandung Akan Ditutup pada Malam Tahun Baru

10 Jalan Raya di Kota Bandung Akan Ditutup pada Malam Tahun Baru

Regional
Sempat Terganggu karena Pusat Data Cyber 1 Terbakar, Layanan 112 Surabaya Kini Bisa Diakses Kembali

Sempat Terganggu karena Pusat Data Cyber 1 Terbakar, Layanan 112 Surabaya Kini Bisa Diakses Kembali

Regional
8 Lokasi Ganjil Genap di Bandung Selama Akhir Tahun 2021

8 Lokasi Ganjil Genap di Bandung Selama Akhir Tahun 2021

Regional
Soal Dua Oknum Dokter Tepergok Satpol PP di Kamar Hotel, Ini Respons IDI Sinjai

Soal Dua Oknum Dokter Tepergok Satpol PP di Kamar Hotel, Ini Respons IDI Sinjai

Regional
Oktria, Gadis Disabilitas Asal Bangka yang Memukau Penonton dengan Lagu 'A Million Dreams'

Oktria, Gadis Disabilitas Asal Bangka yang Memukau Penonton dengan Lagu "A Million Dreams"

Regional
Tahanan Kasus Curanmor Melarikan Diri, Pura-pura Izin ke Toilet hingga Berkelahi dengan Petugas

Tahanan Kasus Curanmor Melarikan Diri, Pura-pura Izin ke Toilet hingga Berkelahi dengan Petugas

Regional
Tersangka Investasi Bodong di Tasikmalaya Janjikan Untung 30 Persen Tiap Pekan

Tersangka Investasi Bodong di Tasikmalaya Janjikan Untung 30 Persen Tiap Pekan

Regional
Usut Video Porno Seorang Wanita di Bandara YIA, Tim Siber Polda DIY Dilibatkan

Usut Video Porno Seorang Wanita di Bandara YIA, Tim Siber Polda DIY Dilibatkan

Regional
Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Sungai Brantas Sidoarjo

Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Sungai Brantas Sidoarjo

Regional
'Saya Kerja Setengah Mati, kalau Masyarakat NTT Tidak Mau Lagi, Saya Akan Berhenti Jadi Gubernur'

"Saya Kerja Setengah Mati, kalau Masyarakat NTT Tidak Mau Lagi, Saya Akan Berhenti Jadi Gubernur"

Regional
4 Fakta soal Video Tak Senonoh Seorang Wanita di Bandara YIA, Diduga Direkam di Gedung Parkir

4 Fakta soal Video Tak Senonoh Seorang Wanita di Bandara YIA, Diduga Direkam di Gedung Parkir

Regional
Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Regional
Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Regional
Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.