Korban Kekerasan Seksual SMA di Batu Disebut Telah Mengadu ke Sekolah tapi Tak Ditanggapi

Kompas.com - 10/06/2021, 18:57 WIB
Tim Komnas PA datangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kamis (10/6/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALTim Komnas PA datangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kamis (10/6/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendatangi gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim Kamis (10/6/2021).

Dia mengaku memberikan bukti tambahan dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Sekolah SPI Kota Batu.

"Kami berikan bukti informasi tambahan kepada penyidik," katanya kepada wartawan.

Baca juga: Sudah 16 Korban Lapor, SMA di Batu Bantah Ada Kasus Kekerasan Seksual

Informasi dimaksud adalah bahwa korban pernah mengadu ke sekolah tentang apa yang dialaminya, namun pihak sekolah tidak mengindahkan aduan itu.

"Pengaduan itu sudah lama, sebelum kasus ini dilaporkan ke polisi," jelasnya.

Dia juga menyerahkan 4 nama pengelola yang tidak mengindahkan aduan para korban tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka juga harus dipanggil dan diperiksa," terangnya.

Baca juga: Ketua Komnas PA Sebut Kekerasan Anak di Kota Batu Diduga Diketahui Pengelola Sekolah

Dia berharap polisi segera menaikan status kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan, serta segera menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko menyebut penyidik menerima 14 laporan dan 20 pengaduan dari saluran hotline yang disediakan Polda Jatim.

"Dari 14 laporan yang masuk yang diproses hanya 1 laporan, karena 13 laporan sisanya materinya sama," terang Gatot.

Baca juga: Ketua Komnas PA: Kekerasan Seksual SMA di Batu Terencana, Korban Dipanggil dengan Ancaman dan Janji

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Buang Janin, Sepasang Kekasih di Brebes Ditangkap Polisi

Diduga Buang Janin, Sepasang Kekasih di Brebes Ditangkap Polisi

Regional
4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Pemilik Bantah Dagangannya Disebut Mengandung Bahan Berbahaya

4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Pemilik Bantah Dagangannya Disebut Mengandung Bahan Berbahaya

Regional
Warga Kudus Terinfeksi Virus Corona Varian Delta Bertambah Jadi 62 Orang, Pemkab Masih Lacak Identitas

Warga Kudus Terinfeksi Virus Corona Varian Delta Bertambah Jadi 62 Orang, Pemkab Masih Lacak Identitas

Regional
Bupati Blora Perintahkan Direktur Rumah Sakit Buka Lowongan Nakes Covid-19

Bupati Blora Perintahkan Direktur Rumah Sakit Buka Lowongan Nakes Covid-19

Regional
Pasien Covid-19 Varian India di Jatim Bertambah 5 Orang, Terjaring di Pos Penyekatan Suramadu

Pasien Covid-19 Varian India di Jatim Bertambah 5 Orang, Terjaring di Pos Penyekatan Suramadu

Regional
60 Kg Sabu-sabu dan 2.000 Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan, Seorang Nelayan dan IRT Diamankan Polisi

60 Kg Sabu-sabu dan 2.000 Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan, Seorang Nelayan dan IRT Diamankan Polisi

Regional
Penggeledahan di Tasikmalaya, Densus 88 Temukan Ransel Bekas Latihan

Penggeledahan di Tasikmalaya, Densus 88 Temukan Ransel Bekas Latihan

Regional
Buntut Video Bupati Alor Marahi Risma, Gubernur NTT Beri Teguran Keras

Buntut Video Bupati Alor Marahi Risma, Gubernur NTT Beri Teguran Keras

Regional
6 Anggota TNI AL Aniaya Warga Sipil hingga Tewas, Danpuspomal: Maksimal 10 Tahun Penjara dan Dipecat

6 Anggota TNI AL Aniaya Warga Sipil hingga Tewas, Danpuspomal: Maksimal 10 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
400 Tahun Hilang dari Peradaban, Rato Salu Maoge Pamona dari Kerajaan Tertua di Sulsel Bangkit Kembali

400 Tahun Hilang dari Peradaban, Rato Salu Maoge Pamona dari Kerajaan Tertua di Sulsel Bangkit Kembali

Regional
Setelah Beberapa Hari Isolasi Mandiri, Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit

Setelah Beberapa Hari Isolasi Mandiri, Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Pemuda yang Bakar Habis Rumah Orangtua dan Serang Ayahnya, Polisi Sebut Pelaku Miliki Gangguan Jiwa

Pemuda yang Bakar Habis Rumah Orangtua dan Serang Ayahnya, Polisi Sebut Pelaku Miliki Gangguan Jiwa

Regional
Potensi Thorium Babel Belum Dikelola Optimal, Padahal Lebih Ramah Lingkungan

Potensi Thorium Babel Belum Dikelola Optimal, Padahal Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Disaksikan Istri, Pria di Bali Setubuhi Keponakan yang Masih di Bawah Umur

Disaksikan Istri, Pria di Bali Setubuhi Keponakan yang Masih di Bawah Umur

Regional
Lansia dari Desa-desa di Kulon Progo Dijemput Polisi untuk Divaksin

Lansia dari Desa-desa di Kulon Progo Dijemput Polisi untuk Divaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X