Ketua Komnas PA Sebut Kekerasan Anak di Kota Batu Diduga Diketahui Pengelola Sekolah

Kompas.com - 10/06/2021, 07:56 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan, dugaan kasus kekerasan di SMA SPI Kota Batu diketahui beberapa pengelola sekolah tersebut.

Karena itu, Arist mengatakan, ada terduga pelaku lain selain JE yang menjadi terlapor dalam kasus itu. JE merupakan pendiri sekolah tersebut. Sedangkan terduga pelaku lain itu merupakan pengelola.

"Tadi malam ada tambahan informasi bahwa dimungkinkan bukan saja JE terduga pelakunya, tetapi disinyalir ada yang perlu diperiksa secara baik, secara profesional bahwa terlibat juga. Paling tidak terlibatnya mengetahui," kata Arist di Mapolres Batu, Rabu (9/6/2021).

Menurutnya, lebih dari dua pengelola yang mengetahui terjadinya kekerasan itu.

Namun, Arist tidak mengungkap identitas terduga pelaku lain tersebut. Arist akan menyampaikan perihal dugaan pelaku lain itu kepada polisi.

"Itu dari keterangan korban, jadi bukan hasil investigasi kita. Tapi keterangan korban yang disampaikan kepada saya, itu akan kami sampaikan kepada penyidik di Polda Jatim untuk memperkuat dari laporan itu," katanya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Belum Izinkan Warkop Beroperasi 24 Jam, Ini Alasannya

Tiga kasus kekerasan

Sementara itu, korban melaporkan JE dengan tiga kasus kekerasan sekaligus, yakni kekerasan seksual, fisik, dan eksploitasi ekonomi.

Untuk kekerasan seksual, Arist mengatakan, korban diperkosa berulang kali oleh terlapor dengan terencana.

Hal itu dilakukan melalui ancaman, bujuk rayu, dan janji, dengan memanfaatkan kondisi perekonomian keluarga korban yang miskin.

Adapun untuk eksploitasi ekonomi, korban dipekerjakan, bahkan terkadang mengabaikan kewajibannya untuk bersekolah.

"Eksploitasi ekonomi, dipekerjakan, kadang-kadang itu sekolahnya malah diabaikan. Kalau misalnya ada tamu jam 9 pagi itu kan jam belajar, nah mereka akan melayani tamu-tamu yang datang jam 9. Apakah dalam unit usaha, kemudian kalau malam hari itu unit entertainnya, ada teater dan sebagainya. Dan itu melibatkan banyak anak dan besoknya itu bisa tidak sekolah karena mengantuk. Itu berarti mengabaikan pendidikan itu. Jadi yang diutamakan itu bekerja, lebih dari tujuh jam," jelas Arist.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Garut Terasa di Cianjur, Wartawan di Pendopo Sempat Berhamburan

Gempa Garut Terasa di Cianjur, Wartawan di Pendopo Sempat Berhamburan

Regional
Anies Baswedan ke Pekanbaru, Ini Agendanya...

Anies Baswedan ke Pekanbaru, Ini Agendanya...

Regional
Detik-detik Wanita di Purworejo Tewas Tertabrak Kereta Api, Hendak Lewati Lintasan Rel Tanpa Palang Pintu

Detik-detik Wanita di Purworejo Tewas Tertabrak Kereta Api, Hendak Lewati Lintasan Rel Tanpa Palang Pintu

Regional
Ada 6.000 Undangan Pernikahan Kaesang-Erina, Tamu Dilarang Bawa Mobil Pribadi ke Lokasi Resepsi

Ada 6.000 Undangan Pernikahan Kaesang-Erina, Tamu Dilarang Bawa Mobil Pribadi ke Lokasi Resepsi

Regional
Gempa Garut Terasa hingga Banyumas, Warga: Lampu Gantung Goyang-goyang

Gempa Garut Terasa hingga Banyumas, Warga: Lampu Gantung Goyang-goyang

Regional
Gempa Magnitudo 6,4 di Garut, Getaran Cukup Luas hingga Jateng dan DIY

Gempa Magnitudo 6,4 di Garut, Getaran Cukup Luas hingga Jateng dan DIY

Regional
Harga Ikan di Semarang Naik karena Banyak Nelayan Setop Melaut, Ini Sebabnya...

Harga Ikan di Semarang Naik karena Banyak Nelayan Setop Melaut, Ini Sebabnya...

Regional
Curug Sibedil: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Curug Sibedil: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Jelang Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Polisi Bakal Sosialisasikan Pengalihan Arus di Solo

Jelang Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Polisi Bakal Sosialisasikan Pengalihan Arus di Solo

Regional
Pengungsi Cianjur Menunggu Bantuan di Pinggir Jalan, Datangi Setiap Kendaraan yang Berhenti

Pengungsi Cianjur Menunggu Bantuan di Pinggir Jalan, Datangi Setiap Kendaraan yang Berhenti

Regional
Takut Aksinya Dilaporkan Polisi, Penculik Sepupu di Tarakan Dihasut Sahabat untuk Habisi Nyawa Korban

Takut Aksinya Dilaporkan Polisi, Penculik Sepupu di Tarakan Dihasut Sahabat untuk Habisi Nyawa Korban

Regional
2 WNI Dideportasi dari Timor Leste, Ini Penyebabnya

2 WNI Dideportasi dari Timor Leste, Ini Penyebabnya

Regional
Truk di Sembalun Lombok Timur Terguling, 9 Pekerja Jatuh Bersama Mesin Molen

Truk di Sembalun Lombok Timur Terguling, 9 Pekerja Jatuh Bersama Mesin Molen

Regional
Kronologi Pemuda di Tarakan Diculik dan Dibunuh Sepupunya, Jasad Dibungkus Terpal hingga Ditemukan di Kebun Nanas

Kronologi Pemuda di Tarakan Diculik dan Dibunuh Sepupunya, Jasad Dibungkus Terpal hingga Ditemukan di Kebun Nanas

Regional
Peringati HUT PGRI, Ganjar Optimistis Target Pengangkatan 1 Juta Guru Bakal Tercapai

Peringati HUT PGRI, Ganjar Optimistis Target Pengangkatan 1 Juta Guru Bakal Tercapai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.