Sindikat Mafia Tanah Kuasai 200 Hektar Lahan di Kalbar, Rugikan Warga Rp 1 Triliun

Kompas.com - 22/04/2021, 14:40 WIB
Aksi sindikat mafia tanah yang melibatkan oknum kepala desa dan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) terbongkar. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Masing-masing mantan pegawai BPN Kabupaten Kubu Raya sekaligus selaku Ketua Tim Ajudikasi Desa Durian tahun 2008 berinisial A; Kepala Desa Durian berinisial UF; kemudian pemegang sertifikat hak milik (SHM) berinisial H dan T. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAAksi sindikat mafia tanah yang melibatkan oknum kepala desa dan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) terbongkar. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Masing-masing mantan pegawai BPN Kabupaten Kubu Raya sekaligus selaku Ketua Tim Ajudikasi Desa Durian tahun 2008 berinisial A; Kepala Desa Durian berinisial UF; kemudian pemegang sertifikat hak milik (SHM) berinisial H dan T.

PONTIANAK, KOMPAS.com – Aksi sindikat mafia tanah yang melibatkan oknum kepala desa dan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) terbongkar.

Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Mereka adalah mantan pegawai BPN Kabupaten Kubu Raya sekaligus selaku Ketua Tim Ajudikasi Desa Durian tahun 2008 berinisial A; Kepala Desa Durian berinisial UF; kemudian pemegang sertifikat hak milik (SHM) berinisial H dan T.

Baca juga: Modus Sindikat Mafia Tanah Kuasai Lahan 200 Hektar di Kalbar

Lokasi tanah yang menjadi perkara ada di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, seluas 200 hektar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat (Kalbar) Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, total kerugian yang dialami para warga pemilik lahan atas aksi sindikat mafia tanah mencapai Rp 1 triliun.

Menurut perhitungannya, harga tanah di lokasi tersebut mencapai Rp 500 ribu per meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jika harga tanahnya Rp 500 ribu per meter, maka nilai potensi keuntungan yang diraih sindikat mafia tanah ini secara keseluruhan mencapai Rp 1 triliun," kata Luthfie kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Sindikat Mafia Tanah Terungkap, Libatkan Kepala Desa dan Pegawai BPN

Luthfie menerangkan, dalam perkara tersebut, ditemukan 147 warkah atau dokumen alat pembuktian data fisik dan data yuridis lahan untuk dipergunakan sebagai dasar pendaftaran tanah; 147 buku tanah lokasi di Desa Durian; 11 lembar sertifikat hak milik; dan satu buah buku register pengantar KTP.

Polisi juga tengah mengembangkan adanya potensi penyalahgunaan wewenang dalam proses ajudikasi.

“Sebanyak 83 berkas warkah sudah teridentifikasi korbannya, sedangkan lainnya masih dalam penelusuran,” terang Lutfhie.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ustaz Abu Syahid Chaniago Diserang Saat Ceramah di Masjid Batam, Begini Kondisinya

Ustaz Abu Syahid Chaniago Diserang Saat Ceramah di Masjid Batam, Begini Kondisinya

Regional
Belajar dari Saman, Pria Disabilitas yang Tak Menyerah pada Keadaan

Belajar dari Saman, Pria Disabilitas yang Tak Menyerah pada Keadaan

Regional
Kekhawatiran di Balik Sertifikasi Tanah Desa oleh Keraton Yogyakarta (2)

Kekhawatiran di Balik Sertifikasi Tanah Desa oleh Keraton Yogyakarta (2)

Regional
34,7 Kg Sabu-sabu dari Malaysia Ditemukan di Pinggir Sungai, Tim Gabungan Tangkap 1 Orang, 4 Pelaku Lain Buron

34,7 Kg Sabu-sabu dari Malaysia Ditemukan di Pinggir Sungai, Tim Gabungan Tangkap 1 Orang, 4 Pelaku Lain Buron

Regional
Unpad Manglayang Trail Running 2021, Perlombaan Pertama sejak Pandemi

Unpad Manglayang Trail Running 2021, Perlombaan Pertama sejak Pandemi

Regional
Bidik 6.000 WNI yang Berobat ke Luar Negeri, Erick Thorir akan Kembangkan Wisata Kesehatan di Bali

Bidik 6.000 WNI yang Berobat ke Luar Negeri, Erick Thorir akan Kembangkan Wisata Kesehatan di Bali

Regional
Satgas Nemangkawi Akhirnya Tiba di Kiwirok, Polda Papua: Mereka Berjalan 30 Jam

Satgas Nemangkawi Akhirnya Tiba di Kiwirok, Polda Papua: Mereka Berjalan 30 Jam

Regional
Kekhawatiran di Balik Sertifikasi Tanah Desa oleh Keraton Yogyakarta (1)

Kekhawatiran di Balik Sertifikasi Tanah Desa oleh Keraton Yogyakarta (1)

Regional
Bupati Wonogiri Optimistis Target Vaksinasi 70 Persen Tercapai Oktober 2021

Bupati Wonogiri Optimistis Target Vaksinasi 70 Persen Tercapai Oktober 2021

Regional
Mengenal Bahasa Jaseng di Film Yuni, Pemenang Toronto International Film Festival 2021

Mengenal Bahasa Jaseng di Film Yuni, Pemenang Toronto International Film Festival 2021

Regional
'Saya Takut Dimarahi Suami karena Motor Hilang, Jadi Saya Mengaku Dibegal...'

"Saya Takut Dimarahi Suami karena Motor Hilang, Jadi Saya Mengaku Dibegal..."

Regional
Hampir 2 Bulan Kota Padang Masih Berada di PPKM Level 4, Ternyata Ini Penyebabnya

Hampir 2 Bulan Kota Padang Masih Berada di PPKM Level 4, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Bali Jadi Tuan Rumah G20, Erick Thohir Minta Pemda Tak Lengah Tangani Covid-19

Bali Jadi Tuan Rumah G20, Erick Thohir Minta Pemda Tak Lengah Tangani Covid-19

Regional
Pengemudi Porche di Bandung Tabrak Ojol hingga Kehilangan Kakinya, Ditetapkan Tersangka

Pengemudi Porche di Bandung Tabrak Ojol hingga Kehilangan Kakinya, Ditetapkan Tersangka

Regional
Internet Indihome Gangguan, Pelanggan di Makassar Berharap Kompensasi

Internet Indihome Gangguan, Pelanggan di Makassar Berharap Kompensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.