Pemerintah Rencana Impor Beras, Sultan HB X Berharap Hanya Untuk Stok

Kompas.com - 19/03/2021, 14:24 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS. com - Pemerintah pusat berencana melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton.

Terkait rencana tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap impor beras hanya untuk kebutuhan stok.

"Jadi kalau saya satu juta itu enggak tahu persis ya, semoga saja satu juta itu untuk stok," kata Sultan ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Sleman Surplus Beras, Kepala Dinas Pertanian Prihatin Rencana Impor

Sultan mengatakan, stok dibutuhkan bukan berarti produksi beras di DIY mengalami penurunan. Namun, stok beras dibutuhkan agar tidak terjadi spekulasi harga beras.

"Dalam arti bukan produksinya turun, dalam arti stok itu tidak keluar kalau tidak dibutuhkan. Untuk tidak menimbulkan spekulasi harga beras," ujar dia.

Jika impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat bertujuan untuk mempertahankan stok beras, menurut Sultan hal tersebut memang dibutuhkan.

"Kira-kira itu, semoga satu juta berfungsi untuk stok kalau itu (sebagai stok beras) ya memang harus, kalau enggak ada stok harga pasti naik," kata dia.

Selama ini produksi beras di DIY melebihi kebutuhan, sehingga beras dari DIY dijual ke luar DIY. Namun, beras dari luar DIY juga masuk ke dalam DIY.

"Kalau DIY produknya kan melebihi kebutuhan ya kan. Jadi DIY ini terjadi transaksi, yang dari DIY keluar yang dari luar DIY masuk. Ya karena namanya perdagangan beras," tambah Sultan.

Baca juga: Lagi Panen Raya Kok Tega Impor Beras

Berita sebelumnya, pemerintah akan melakukan impor beras sebanyak sekitar 1 juta ton pada awal tahun ini. Impor terpaksa dilakukan untuk menjaga stok beras nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, impor beras sebesar 1 juta ton, yang terbagi 500.000 ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500.000 ton sesuai kebutuhan Bulog.

"Pemerintah juga melihat bahwa komoditas pangan itu menjadi penting, sehingga salah satu yang penting adalah penyediaan beras dengan stok 1-1,5 juta ton," terang Airlangga dikutip dari Kontan, Sabtu (6/3/2021).

Ia bilang, stok beras perlu dijaga karena pemerintah perlu melakukan pengadaan beras besar-besaran untuk pasokan beras bansos selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buat Laporan Palsu Dirampok karena Terlilit Utang, Seorang Ibu di Bengkulu Ditangkap

Buat Laporan Palsu Dirampok karena Terlilit Utang, Seorang Ibu di Bengkulu Ditangkap

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Agustus 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Agustus 2022

Regional
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Lahan Makan Bong Mojo Solo

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Lahan Makan Bong Mojo Solo

Regional
Terancam 15 Tahun Penjara, Eks Pemimpin Khilafatul Muslimin Bandar Lampung yang Hina Jokowi Minta Maaf

Terancam 15 Tahun Penjara, Eks Pemimpin Khilafatul Muslimin Bandar Lampung yang Hina Jokowi Minta Maaf

Regional
Pengadilan Tinggi Palembang Potong Hukuman Dosen Cabul Unsri Jadi 4 Tahun

Pengadilan Tinggi Palembang Potong Hukuman Dosen Cabul Unsri Jadi 4 Tahun

Regional
Di Tangan Agus, Burung yang Biasa Dianggap Hama ini Bisa Laku Rp 10 Juta

Di Tangan Agus, Burung yang Biasa Dianggap Hama ini Bisa Laku Rp 10 Juta

Regional
SMA Taruna Nusantara, dari Sejarah, Beasiswa, hingga Alumni

SMA Taruna Nusantara, dari Sejarah, Beasiswa, hingga Alumni

Regional
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Arakundo Aceh

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Arakundo Aceh

Regional
Fakta Penembakan Kucing di Sesko TNI, Pelaku Merasa Terganggu, Siswa Kerap Sediakan Pakan

Fakta Penembakan Kucing di Sesko TNI, Pelaku Merasa Terganggu, Siswa Kerap Sediakan Pakan

Regional
Kronologi Geng Motor Asal Cilacap Bikin Onar di Banyumas, Acungkan Senjata Tajam hingga Bikin Warga Ketakutan

Kronologi Geng Motor Asal Cilacap Bikin Onar di Banyumas, Acungkan Senjata Tajam hingga Bikin Warga Ketakutan

Regional
Resmikan 4 Gedung Pemerintahan, Bupati Maybrat: Ini Kado Terindah di HUT Ke-77 RI

Resmikan 4 Gedung Pemerintahan, Bupati Maybrat: Ini Kado Terindah di HUT Ke-77 RI

Regional
Ganjar Tukarkan Uang Baru yang Diberikan BI karena Takut Gratifikasi

Ganjar Tukarkan Uang Baru yang Diberikan BI karena Takut Gratifikasi

Regional
Arinal Jadi Orang Pertama yang Lihat Uang Baru di Lampung

Arinal Jadi Orang Pertama yang Lihat Uang Baru di Lampung

Regional
Tercatat 1.236 Kasus PMK di Kabupaten Bima, 2 Sapi Dipotong Paksa

Tercatat 1.236 Kasus PMK di Kabupaten Bima, 2 Sapi Dipotong Paksa

Regional
Sehari Sebelum HUT Ke-77 RI, Sipir Lapas Idi Aceh Timur Temukan Pistol Rakitan dan Peluru di Vas Bunga

Sehari Sebelum HUT Ke-77 RI, Sipir Lapas Idi Aceh Timur Temukan Pistol Rakitan dan Peluru di Vas Bunga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.