Kompas.com - 05/03/2021, 15:58 WIB
Limbah medis Covid-19 ditemukan berserakan di Tempat pembuangan Akhir (TPA) Ohoitel, di Kecamatan Dula Utara, Kota Tual, Maluku, Kamis (4/3/2021). Diduga limba tersebut sengaja dibuang oknum pl tenaga medis Jusman RemgiritLimbah medis Covid-19 ditemukan berserakan di Tempat pembuangan Akhir (TPA) Ohoitel, di Kecamatan Dula Utara, Kota Tual, Maluku, Kamis (4/3/2021). Diduga limba tersebut sengaja dibuang oknum pl tenaga medis

 

AMBON, KOMPAS.com - Gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Maluku menyebut kasus pembuangan limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Ohoitel, Kecamatan Dula Utara, Kota Tual, sebagai sebuah pelanggaran. 

Kasus penemuan limbah medis Covid-19 di areal TPA tersebut sempat menggegerkan warga di Kota Tual. 

"Itu pelanggaran. Tidak boleh membuang sampah medis di sembarang tempat," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, Doni Rerung kepada Kompas.com saat dimitai tanggapannya, Jumat (5/3/2021). 

Doni mengungkapkan, penanganan limbah medis harus dilakukan sesuai prosedur karena jika tidak itu akan berdampak buruk bagi masyarakat.

Baca juga: Warga Resah Lihat Ambulans Berulang Kali Buang Limbah Medis Covid-19 di TPA, Investigasi Dilakukan 

Apalagi, limbah medis itu sebelumnya digunakan untuk penanganan pasien Covid-19. 

"Makanya kan ada pihak ketiga yang biasa menangani pembuangan limbah medis, tidak boleh sembarangan, ada mekanismenya itu," ungkap Doni, yang juga seorang dokter ini. 

Doni mengaku, sepengetahuannya, limbah medis di fasilitas kesehatan biasanya dikelola oleh pihak ketiga.

Namun, jika fasilitas kesehatan tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, maka penanganan limba medis tetap harus dilakukan sesuai prosedur. 

"Prosedurnya itu yang saya pahami soal limbah medis itu dikelola oleh pihak ketiga. Itu kalau ada, tapi kalau tidak maka sampah cairannya itu dibuang kedalam closet atau tempat penampungan khusus kalau sampah medis yang bisa terbakar, dibakar saja," ujar dia. 

"Sebenarnya kalau mereka belum punya alat pembakaran yang resmi harus dibakar atau di tanam dengan kedalaman dua meter, itu prosedurnya tidak boleh buang sembarangan," tambah dia. 

Senada dengan Doni, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh mengatakan, pembuangan limbah medis di lokasi terbuka seperti yang terjadi di TPA Tual sangat menyalahi prosedur. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X