Kompas.com - 23/02/2021, 11:06 WIB
Ilustrasi sekolah KOMPAS.com/JunaediIlustrasi sekolah

MAKASSAR, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan tengah mempertimbangkan pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap.

Pembukaan sekolah tatap muka ini dikhususkan bagi siswa kelas XII jenjang SMA/SMK.

Kebijakan itu mendapat penolakan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar.

Pasalnya, saat ini jumlah kasus Covid-19 di Sulsel dianggap masih tinggi sehingga membahayakan bagi anak-anak yang mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.  

Baca juga: Tawuran 2 Kelompok Pemuda di Makassar, Polisi Sita Katapel, Anak Panah, hingga Parang

Ketua IDI Kota Makassar, dr Siswanto Wahab mengatakan, apa pun alasannya tetap harus dibicarakan dan dipertimbangkan kebijakan sekolah tatap muka yang akan dilaksanakan.

“Kita bicara fakta di mana positive rate 38,16 persen di Indonesia. Artinya 10 orang dilakukan testing swab PCR akan ada empat orang positif. Standar WHO hanya 5 persen. Selain itu, angka Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan masih masuk 5 sampai 7 tertinggi di Indonesia dan Makassar sebagai epicentrum,” kata Siswanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/2/2021).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Siswanto.Ist Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Siswanto.

Atas dasar itu, lanjut Siswanto, IDI Makassar menolak kebijakan tatap muka baik secara bertahap atau sekaligus.

“Siapa yang mau bertanggung jawab jika anak-anak kena Covid-19. Anak-anak bisa terpapar di sekolah, bisa kena saat pergi atau pulang ke sekolah. Setelah itu membawa virus ke keluarga, dampaknya terjadi klaster sekolah serta meninggi lagi klaster keluarga,” bebernya.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Selat Makassar dan Teluk Bone

Siswanto menegaskan, IDI Kota Makassar mendukung pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dikeluarkan pada akhir 2020. 

IDAI meminta belajar tatap muka ditunda hingga seluruh guru dan peserta didik divaksin Covid-19.

“Setelah itu kita masuk kepada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah. Termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril,” sebut Siswanto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X