Suami Sakit, Santi Gadaikan Ponsel Milik Anaknya Rp 350.000 untuk Makan: Saya Sedih dan Malu...

Kompas.com - 19/02/2021, 10:11 WIB
Santi Marisa (33) bersama putri sulungnya, Cantika Aurelia Ahmad (8) saat mrngunjungi ruangan fraksi PDIP di kantor DPRD Kota Surabaya, Senin (15/2/2021) lalu. DOK. AHMAD HIDAYAT FRAKSI PDIPSanti Marisa (33) bersama putri sulungnya, Cantika Aurelia Ahmad (8) saat mrngunjungi ruangan fraksi PDIP di kantor DPRD Kota Surabaya, Senin (15/2/2021) lalu.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Santi Marisa (33), seorang ibu rumah tangga di Surabaya, nekat mendatangi rumah Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktino pekan lalu.

Kedatangan Santi untuk meminta bantuan sekolah anaknya karena ponsel yang biasanya digunakan untuk daring sudah digadaikan. Ia terpaksa menggadaikan satu-satunya barang berharga agar bisa makan.

"Saya awalnya ke Pak Baktiono. Kan itu dekat rumah saya di Jalan Rangkah. Saya bilang ke Pak Baktiono, saya mau minta bantuan buat anak sekolah daring. Soalnya HP saya enggak ada, tak gadaikan," kata Santi.

Setelah menemui Baktino, Santi diminta untuk menemui staf ahli Fraksi DPI-P di kantor DPRD Kota Surabaya.

Baca juga: Kisah Pilu Santi Marisa, Gadai Ponsel karena Tak Bisa Makan, Nekat ke Kantor DPRD Minta Bantuan

"Di sana saya dikasih makan dibantu juga nebus HP saya," ujar Santi.

Santi juga dijanjikan bantuan sejumlah buku untuk menunjang pendidikan anak Santi.

"Nanti masalah-masalah seperti buku, kalau kita enggak bisa beli juga bisa dibantu katanya. Jadi, anak saya ini masih belum tahu dapat bantuan mitra warga atau apa," kata dia.

Santi lalu mendapatkan uang Rp 400.000 untuk menebus ponselnya yang digadaikan di koperasi simpan pinjam.

Baca juga: Kisah Pilu Pariyem, Mengais Sisa Makanan di Tong Sampah karena Lapar

Gadaikan ponsel karena suami sakit dan tak bekerja

Santi Marisa (33) bersama putri sulungnya, Cantika Aurelia Ahmad (8) saat mrngunjungi ruangan fraksi PDIP di kantor DPRD Kota Surabaya, Senin (15/2/2021) lalu.DOK. AHMAD HIDAYAT FRAKSI PDIP Santi Marisa (33) bersama putri sulungnya, Cantika Aurelia Ahmad (8) saat mrngunjungi ruangan fraksi PDIP di kantor DPRD Kota Surabaya, Senin (15/2/2021) lalu.
Santi terpaksa menjual ponsel yang digunakan anaknya belajar karena ia tak lagi memiliki harta berharga lagi untuk dijual.

Ibu berusia 33 tahun itu memiliki dua anak NAA (5) dan kakaknya, CAA (8). NAA masih TK dan CAA sudah duduk di bangku SD.

Suami Santi adalah Ahmad Toha Muarif (35) seorang kuli bangunan dengan penghasilan tak menentu. Namun beberapa bulan terakhir, Toha tak bisa bekerja karena kecelakaan.

Kecelakaan berawal saat Toha melihat burung love bird di sekitar rumahnya. Ia pun memanjat ke atas rumah untuk menangkap burung tersebut.

Baca juga: Kisah Pilu TKW Korban Perdagangan Anak: Dipaksa Kerja oleh Ayah, KTP Dipalsukan, hingga Disiksa Majikan

Nahas. Toha justru tersengat listrik dan terjatuh dari atap rumah dan tersetrum. Kaki dan tangannya terbakar. Sementara kepalanya bocor.

"Selama tiga bulan ini (suami) enggak bekerja sama sekali," kata Santi, kepada Kompas.com saat dihubungi melalui telepon, Kamis (18/2/2021).

Karena tak ada biaya untuk kebutuhan sehari-hari, ia pun menggadaikan ponsel yang biasa digunakan anaknya sekolah daring.

Baca juga: Kisah Pilu Kakek Darno yang Lumpuh dan Tunawicara, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.