Sultan HB X soal Perpanjangan PPKM: Tak Ada Pilihan Lain, Kita Juga Perpanjang

Kompas.com - 21/01/2021, 16:17 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat menemui wartawan di DPRD DIY. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAGubernur DIY Sri Sultan HB X saat menemui wartawan di DPRD DIY.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X) mengikuti keputusan pemerintah pusat yang memperpanjang pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM).

Sebagai informasi, saat PPKM berlaku di Jawa dan Bali, Pemerintah Provinsi DIY menerapkan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) untuk menekan tingkat penularan virus corona.

"Kalau pemerintah pusat memperpanjang tidak ada pilihan lain, kita juga memperpanjang,” kata HB X di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton, Sultan HB X: Gaji Buta 5 Tahun

Saat pembatasan kegiatan masyarakat itu diperpanjang, HB X meminta desa-desa untuk aktif dalam mengawasi mobilitas masyarakat.

Pengawasan di desa dibutuhkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menurut HB X, penyebaran Covid-19 di DIY sekarang kebanyakan melalui keluarga dan tetangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika interaksi antar warga tidak diputus, maka kasus positif Covid-19 sulit untuk ditekan.

“Dulu, pertama kali Covid kita coba memutus di level RT/RW sama desa. Saya keliling ya ditutup (jalan masuk) bambu, ketika ada sedikit kebebasan saat saya keliling hanya tulisan saja. Jadi saya berharap memutus rantai dengan antar orang jadi sangat penting,” urai HB X.

Baca juga: Sultan HB X Minta Informasi Covid-19 di DIY Disampaikan 3 Kali Sehari

HB X mengungkapkan langkah yang diterapkan Pemerintah DIY saat ini sedang diadopsi oleh pemerintah pusat.

Langkah tersebut diterapkan di beberapa provinsi di Jawa dan Bali yang bertujuan untuk menekan angka penularan Covid-19.

“Harapan saya kita bisa memberi contoh dan bisa turun (angka penularan Covid),” katanya.

Sedangkan untuk sanksi untuk pelanggar aturan PTKM, HB X menyatakan, bisa saja diberlakukan.

Namun, pemberian sanksi pelanggar protokol kesehatan justru tidak mendidik masyarakat.

“Kita punya sanksi itu juga bisa, bagi saya itu tidak mendidik. Di Yogyakarta pendidikan relatif cukup, bagaimana kita mendisiplinkan diri itu jauh lebih penting,” jelas Sultan.

Baca juga: Sultan HB X Bakal Perpanjang PTKM jika Warga DIY Masih Abai Protokol Kesehatan

Menurut HB X, masyarakat tidak hanya menjadi objek sebuah kebijakan saja tetapi masyarakat ditempatkan menjadi subjek kebijakan, dengan harapan masyarakat dapat saling mengingatkan.

“Dia (masyarakat) tidak hanya jadi objek, dia berperan sebagai subjek kebijakan gitu lho. Dengan harapan memberi tahu orang lain seperti memakai masker,” tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X