Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton, Sultan HB X: Gaji Buta 5 Tahun

Kompas.com - 21/01/2021, 12:50 WIB
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X saat membacakan pesan untuk warga mengenai wabah pandemik Covid-19 yang sedang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMARaja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X saat membacakan pesan untuk warga mengenai wabah pandemik Covid-19 yang sedang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara soal pemecatan kedua adiknya dari jabatan di Keraton.

Menurut Sultan, pemberhentian adik Sultan dari dua jabatan di Keraton Yogyakarta lantaran kedua adik Sultan yaitu GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat sudah tidak aktif di jabatan Keraton selama 5 tahun.

"Gak ada masalah, kalau mau aktif ya ra popo. Mosok ming gaji buta lima tahun ora bertanggung jawab, (masa cuma gaji buta selama lima tahun tidak bertanggung jawab)," kata Sultan ditemui di kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Menyoal adanya selisih karena kedua adik Sultan tidak setuju dengan Sabda Raja pada tahun 2015, menurut Sultan hal tersebut tidak ada hubungannya dengan pencopotan keduanya dari jabatannya.

"Gak ada hubungannya ya kan wong nyatanya yang tidak setuju sama saya kalau tetap melaksanakan tugas sebagai Penghageng tidak saya berhentikan," katanya.

"Seperti Mas Jatiningrat, Mas Hadiwinoto mereka kan tetap kerja karena mereka melaksanakan tugas," imbuh Sultan.

Baca juga: Beredar Surat Pencopotan Jabatannya di Keraton, GBPH Prabukusumo Merespons

Sebelumnya, beredar surat berbahasa Jawa berisi pencopotan jabatan Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

GBPH Prabukusumo adalah adik dari Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X).

Dalam surat yang tertanggal 2 Desember 2020 ditulis jabatan yang diemban oleh GBPH Prabukusumo sebagai Penggedhe di Kawedanan Hageng Punakawan Nitya Budaya Kraton Yogyakarta digantikan oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara.

Menanggapi surat tersebut, GBPH Prabukusumo atau sering dipanggil Gusti Prabu merasa tidak memiliki kesalahan apa pun sehingga dicopot dari jabatannya.

Namun, dia mengakui sudah tidak aktif lagi di Keraton Yogyakarta sejak enam tahun lalu, tepatnya setelah munculnya Sabda Raja. Sabda Raja dinilai melanggar aturan.

"Kula (saya) sabar, memang sudah enam tahun kula mboten purun aktif (saya tidak mau aktif) di Keraton sejak sabda-sabda yang melanggar paugeran (aturan)," kata Gusti Prabu saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (19/1/2020).

Terkait dengan surat yang beredar, menurut Gusti Prabu, seharusnya surat tersebut batal demi hukum.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X