Kompas.com - 05/01/2021, 19:36 WIB
Kapolda Papua (tengah) bersama Wakapolda Papua, Kabid Humas Polda Papua, Wakapolres Nabire dan Kanitserse Polres Nabire, tengah menunjukan barang bukti senjata api yang berhasil diamankan dari MS yang merupakan sindikat penjualan senjata dari Filipina, Jayapura, Papua, Selasa (5/1/2021) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKapolda Papua (tengah) bersama Wakapolda Papua, Kabid Humas Polda Papua, Wakapolres Nabire dan Kanitserse Polres Nabire, tengah menunjukan barang bukti senjata api yang berhasil diamankan dari MS yang merupakan sindikat penjualan senjata dari Filipina, Jayapura, Papua, Selasa (5/1/2021)

JAYAPURA, KOMPAS.com – Polda Papua mengungkap jaringan jual beli senjata api dari Filipina yang transaksinya dilakukan di Sanger, Sulawesi Utara.

Pengungkapan kasus itu bermula ketika polisi menyergap seorang warga berinisial MS di Kabupaten Nabire pada 6 November 2020. Tetapi, MS melarikan diri.

Polisi menyita empat senjata api berbagai jenis dan sejumlah amunisi serta magasin dari lokasi penyergapan itu.

Pada 13 November 2020, MS yang diantar keluarganya menyerahkan diri ke Polres Nabire.

Kronologi

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, kasus itu bermula ketika MS dihubungi YZ alias Jhon untuk mencari senjata api.

MS kemudian menghubungi SS yang memberikan informasi tentang keberadaan senjata api di tangan RB yang berada di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara.

Baca juga: Sempat Dirawat di RSUD Ungaran, Eks Trio Macan Chacha Sherly Meninggal Dunia

Pertengahan Juni 2020, Jhon, MS, dan SS berangkat ke Kabupaten Sangihe untuk membeli senjata api dari RB.

Mereka sepakat membeli senjata api senilai Rp 138 juta. Setelah sepakat, Jhon dan SS kembali ke Kabupaten Manokwari, sementara MS kembali ke Nabire.

Pada Oktober 2020, Jhon menghubungi MS untuk berangkat menemui RB di Sangihe. Perintah itu diberikan karena belum ada info lebih lanjut tentang transaksi pembelian senjata itu setelah dua bulan kesepakatan transaksi.

MS pun bertemu dan menanyakan perihal senjata itu kepada RB di Sangihe. RB pun menghubungi SS untuk datang ke Sangihe agar bersama-sama membawa senjata dan amunisi itu ke Papua.

Setelah SS tiba, RB menyerahkan dua karton yang masing-masing berisi enam pucuk senjata api laras pendek dan amunisi.

SS dan MS pun membawa senjata api itu ke Papua dengan menumpangi KM Sinabung. Tiba di Pelabuhan Sorong, SS turun dari kapal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X