Perdagangan Warga Rohingya Berkali-kali Terjadi, Wali Kota Lhokseumawe Desak UNHCR Bertindak

Kompas.com - 27/11/2020, 18:31 WIB
Polisi memperlihatkan tersangka perdagangan warga Rohingya di Mapolres Lhokseumawe, Minggu (22/11/2020) KOMPAS.com/MASRIADI Polisi memperlihatkan tersangka perdagangan warga Rohingya di Mapolres Lhokseumawe, Minggu (22/11/2020)

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Lhokseumawe, menyurati satuan tugas (Satgas) Penanggulangan Pengungsi Luar Negeri, Kemenko Polhukam RI.

Pasalnya, kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kerap terjadi di tempat penampungan sementara Kamp Balai Latihan Kerja (BLK), Kota Lhokseumawe.

“Sejauh ini sudah 31 orang yang kabur dari kamp semuanya wanita. Tiga kali aparat keamanan menangkap pelaku tindak pidana perdagangan orang di kamp itu," sebut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kota Lhokseumawe, Marzuki, Jumat (27/11/2020).

"Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, sudah menyurati Kemenko Polhukam agar mendesak United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR) segera mencari negara ketiga buat mereka.” 

Baca juga: TNI Tangkap 3 Pria yang Berencana Bawa Kabur 2 Perempuan Rohingya

Dia merincikan, saat ini hanya tersisa 364 Rohingya di kamp penampungan sementara dari total jumlah 395 orang.

Selain itu, dalam surat itu diminta agar UNHCR untuk melengkapi sarana dan prasarana di kamp tersebut seperti sanitasi dan pemukiman yang lebih layak.

Dia menyebut, kabarnya UNHCR akan membangun shelter dan sanitasi di lokasi tersebut. Namun, Marzuki tidak mengetahui detail kapan mulai pembangunan dan difungsikan.

“Prinsipnya kita ini satgas lokal. Maka kita lapor ke Satgas Kemenko Polhukam. Agar ada komunikasi lanjutan dengan UNHCR. Tentu kita harap agar segera ada negara ketiga, sehingga nasib warga Rohingya itu lebih baik,” katanya.

Sebelumnya, diberitakan, tiga kali TNI menangkap pelaku yang diduga ingin membawa kabur warga Rohingya dari Lhokseumawe, ke Medan, seterusnya ke Malaysia.

Baca juga: Terungkap Nilai Upah yang Diberikan untuk Penyelundup Warga Rohingya




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X