Dituduh sebagai MA yang Ditangkap atas Dugaan Prostitusi Online, Mareta Angkat Bicara

Kompas.com - 27/11/2020, 17:57 WIB
Mareta saat menunjukan akun twitter yang telah menuduhnya sebagai MA yang ditangkap karena prostitusi online. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMareta saat menunjukan akun twitter yang telah menuduhnya sebagai MA yang ditangkap karena prostitusi online.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Perempuan bernama Mareta berencana akan melaporkan salah satu akun media sosial yang telah mencemarkan nama baiknya.

Sebab, akun media sosial tersebut telah menuduhnya sebagai MA, artis yang ditangkap Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, karena diduga terlibat kasus prostitusi online.

"Saya ingin klarifikasi bahwasanya yang berinisial MA, yang lagi trending di media sosial itu bukan saya," ujar Mareta saat ditemui, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Polisi Buru 2 Tersangka Lain Kasus Prostitusi Online Artis ST dan MA

Mareta menceritakan, saat sedang berada di rumah, tiba-tiba mendapat telepon dan pesan WhatsApp (WA) menanyakan kondisinya.

Perempuan berusia 22 tahun ini pun merasa kaget dengan pertanyaan tersebut.

Ia pun lantas mengecek akun Instagramnya.

"IG saya diserbu, penuh hujatan, pokoknya enggak enak gitulah kata-katanya, ya saya shock. Langsung browsing nama ku, tiba-tiba sudah keluar semua foto-foto, berita-beritanya," urainya.

Menurutnya, ada satu akun twitter @BanyuSadewa yang menyebut jika dirinya adalah MA.

Diduga berawal dari situlah, kemudian foto-foto dirinya muncul di media sosial hingga mendapat komentar-komentar yang tidak mengenakan.

"Saya merasa dirugikan secara imateril, Saya punya kehidupan, saya punya keluarga, saya punya anak yang harus dijaga. Tolong jangan asal menuduh, jangan langsung menyimpulkan," tandasnya.

Baca juga: Artis ST dan MA Ditangkap atas Dugaan Prostitusi Online, Polisi Sebut Masih Saksi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia'

"Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia"

Regional
Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Regional
Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Regional
Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

Regional
PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X