Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Kompas.com - 28/10/2020, 07:33 WIB
Area tambang galian C di perbatasan kedua desa/kecamatan dijaga petugas polisi pasca aksi penutupan oleh warga desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Luwu, Rabu (28/10/2020) MUH. AMRAN AMIRArea tambang galian C di perbatasan kedua desa/kecamatan dijaga petugas polisi pasca aksi penutupan oleh warga desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Luwu, Rabu (28/10/2020)

LUWU, KOMPAS.com - Puluhan warga Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mendatangi area tambang galian C milik PT Alim Perkasa untuk menghentikan paksa aktivitas pertambangan yang dinilai merugikan.

Warga yang tiba di lokasi dihalau aparat keamanan dari TNI dan Kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Desa Kadong-kadong Supriadi mengatakan, pihak perusahaan PT Alim Perkasa masuk ke lokasi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya untuk melakukan aktivitas tambang.

“Mereka masuk tanpa ada pemberitahuan dan mengelola tambang galian C, seperti sirtu, pasir dan batu, sehingga masyarakat melakukan aksi. Sebelumnya kami menyurati DPRD terkait  tambang ini tapi tak ada respons dari sana,” kata Supriadi, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Pemicu Longsor, Tambang Galian C di Padang Ditutup Sementara

Menurut Supriadi, jika aktivitas tambang galian C terus dilakukan, maka akan berdampak pada puluhan hektare lahan persawahan warga terkikis.

“Ancaman dampak selanjutnya adalah terkikisnya rumah warga, karena rumah warga sudah dekat dengan sungai. Selain itu, akses jalan bisa terputus jika tambang galian C terus dilakukan dan yang paling fatal sumur sumber air masyarakat melalui Pamsimas bisa mengering sehingga warga bisa krisis air nantinya,” ucap Supriadi.

Supriadi mengatakan, pihak pengelola tambang dipersilakan untuk mengelola tambang galian C tapi tidak di Desa Kadong-kadong.

“Yang jelas kami tidak ingin ada aktivitas tambang di desa kami, silakan beraktivitas tetapi di Desa Rumaju,” ujar Supriadi.

Aksi warga menutup pertambangan ini membuat dua camat yakni Camat Bajo dan Camat Bajo Barat turun tangan.

Baca juga: Wali Kota Tuding Tambang Galian C Penyebab Banjir dan Longsor di Sorong

Pasalnya, dua desa yakni Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat dan Desa Rumaju, Kecamatan Bajo saling klaim lokasi pertambangan.

Camat Bajo Barat Amir Saleng mengatakan, awalnya tidak ada masalah dengan adanya aktivitas tambang, namun setelah ada saling klaim wilayah batas sehingga menimbulkan masalah.

“Ini permasalahan sudah tingkat kabupaten oleh karena itu kami meminta pihak kabupaten untuk turun mengecek kondisi lapangan apalagi antara Desa Rumaju dan Desa kadong-kadong masih rumpun keluarga,” tutur Amir.

Sementara itu, Camat Bajo Amran Aziz mengatakan, sebenarnya tidak ada permasalahan yang timbul hanya kesalahpahaman.

“Mulanya mereka belum memahami tentang tambang sehingga ada kemelut antara dua desa, dan kami fasilitasi agar dapat menemui solusi,” sebut Amran.

Saat ini, aktivitas pertambangan galian C tidak berjalan dan menunggu hingga kedua belah pihak menemui titik kejelasan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Regional
Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Regional
Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Regional
Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X