Kompas.com - 24/09/2020, 10:52 WIB
Tambang galian C di Kelok Jariang, Bungus Padang ditutup sementara karena menyebabkan longsor KOMPAS.COM/PERDANA PUTRATambang galian C di Kelok Jariang, Bungus Padang ditutup sementara karena menyebabkan longsor

PADANG, KOMPAS.com - Tambang galian C di Kelok Jariang, Bungus, Padang, Sumatera Barat, ditutup sementara.

Penutupan itu adalah buntut dari longsor yang terjadi di lokasi tersebut sehingga mengganggu jalur transportasi darat yang merupakan satu-satunya akses dari Padang menuju Pesisir Selatan dan sebaliknya.

"Sanksinya sudah kita tutup sementara aktivitas penambangan di lokasi tersebut," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Sumbar, Maswar Dedi yang dihubungi Kompas.com, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Longsor di Kelok Jariang Putus Akses Transportasi Kota Padang-Pesisir Selatan

Maswar mengatakan, tambang tersebut atas nama perorangan.

Lokasi tambang yang berada di bibir jalan telah memicu dua kali longsor, yaitu tanggal 10 September dan 23 September yang menyebabkan putusnya akses transportasi Padang-Pesisir Selatan.

Saat ini, kata Maswar, selain diberi sanksi penutupan sementara, pengelola tambang juga diminta membuat pagar trap untuk penahan longsor.

"Pengelola juga diminta buat pagar trap penahan longsor yang diawasi Balai Jalan. Tujuannya agar jika hujan tidak terjadi lagi longsor," kata Maswar.

Maswar mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait akan mengevaluasi izin tambang tersebut.

"Kalau membahayakan terus, bukan tidak mungkin kita cabut izinnya," jelas Maswar.

Longsor tutup jalan 8 jam

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang, Sutan Hendra mengatakan, akibat longsor yang terjadi pada Rabu (23/9/2020), jalur transportasi Padang-Pesisir Selatan terputus sekitar 8 jam.

"Longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan akses terbuka pukul 22.00 WIB," kata Sutan.

Longsor itu, kata Sutan merupakan peristiwa yang kedua kalinya.

Baca juga: Hujan Deras, Banjir Hantam 5 Kecamatan di Padang, 500 Rumah Terendam

 

Sebelumnya, longsor terjadi pada 10 September yang mengakibatkan akses jalan terputus hampir 5 jam.

"Kemarin juga terjadi longsor dan menyebabkan akses jalan terputus sekitar 8 jam," kata Sutan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X