Kisah Cak In'am, Lewat Kedai Kopi Kenalkan Kebinekaan Indonesia kepada Eks Napi Terorisme

Kompas.com - 26/09/2020, 06:30 WIB
Muhammad Inam Amin(44) saat berada di kedai kopi miliknya yang diberinama kedai Kopi Gandroeng, daerah Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMuhammad Inam Amin(44) saat berada di kedai kopi miliknya yang diberinama kedai Kopi Gandroeng, daerah Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman

Dia menyampaikan, Yayasan Lingkar Perdamaian diinisiasi oleh Ali Fauzi, adik dari Amrozi. Namun, sebenarnya sebelum dibentuk, yayasan itu sudah bergerak untuk merangkul para eks napiter. Yayasan ini pusatnya di Lamongan, Jawa Timur.

"2016 itu dibentuk yayasan, di Yogya ini perwakilannya, DPW-lah istilahnya. Saya diajak Ali Fauzi, 'Ayo, Mas, membuat yayasan'. Saya bilang, 'Monggo, siap'. Ya jadi gayung bersambut," tuturnya.

Baca juga: Cerita Napi Terorisme yang Telah Bertobat, Teriak Yel NKRI Harga Mati

Menurut dia, di Yogyakarta ada 20 orang baik eks napiter maupun napiter yang didampingi. Selain itu, yayasan juga mendampingi keluarga dari napiter maupun eks napiter.

"Kita juga mendampingi keluarga, mereka pasti tersisihkan di masyarakat, mereka kadang takut. Yang penting bahwa ayolah bareng-bareng kembali ke pangkuan ibu pertiwi," jelasnya

Cak In'am menuturkan, bicara mengenai napiter ataupun eks napiter sangatlah kompleks. Tidak hanya tentang satu dua orang, tetapi menyeluruh, termasuk keluarga mereka.

"Bicara permasalahan napiter, kita tidak bicara si A, si B saja, tetapi bicara semuanya, dia punya anak, punya istri, punya mertua. Karena permasalahannya memengaruhi semuanya," ungkap In'am.

Oleh karena itu, dirinya juga membantu eks napiter dan keluarganya untuk bisa memulai hidup baru. Termasuk mencarikan pekerjaan baik untuk eks napiter maupun anggota keluarganya.

"Saling membantu, ada yang susah kita bantu, ada yang sakit kita bantu, ada yang butuh kerja kita carikan kerja," tegasnya.

 

Sosialisasikan kebinekaan lewat kedai kopi

Muhammad In'am Amin mendirikan sebuah kedai kopi di daerah Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kedai kopi ini oleh Cak In'am didirikan pada tahun 2015.

"Ini tahun 2015, saya sewa tanah. Namanya kedai kopinya Gandroeng," bebernya.

Selain untuk usaha, kedai kopi ini juga sebagai sarana berdialog dengan eks napiter dalam rangka membantu mereka memulai hidup baru.

"Ya mereka (eks napiter memang sering datang ke sini ( Kedai Kopi Gandroeng) ya ngopi," tuturnya.

Di kedai kopi ini mereka bisa santai dan terbuka untuk berdialog tentang kesulitan yang dialami. Selain itu, mereka bisa secara langsung belajar membuka sebuah usaha.

"Mereka datang ke sini minimal terinspirasi, oh ternyata usaha itu mudah ya, butuh perlu dicoba, butuh keberanian, bukan di angan-angan saja. Yang terpenting itu membangun mental, supaya mau mandiri, mau berusaha," tegasnya.

Tak jarang Cak In'am harus merogoh uang pribadinya untuk membantu perekonomian mereka. Sebab, permasalahan mereka adalah perekonomian karena tidak mempunyai pekerjaan.

"Saya sering dari uang pribadi ngasih mereka, transfer mereka seadanya karena permasalahannya pekerjaan. saya berusaha sebisa mungkin mereka dapat pekerjaan. Karena kalau sudah WA, Mas, Pak, tidak punya uang, anakku sakit, enggak bisa beli susu, mosok kita tidak mau membantu," jelasnya.

"Ya sekali-kali istilahnya kita beri ikan. Tapi progres kita ke depan, ya kita beri kail, kita beri perahu, kita beri jaring supaya mencari ikan sendiri," imbuhnya.

Menurut dia, sudah ada eks napiter yang mandiri dengan membuka usaha, meskipun bukan usaha yang sama dengan dirinya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X