Kompas.com - 11/08/2020, 09:08 WIB
Ilustrasi siswa SMA KOMPAS/A HANDOKOIlustrasi siswa SMA

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara keseluruhan belum siap untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Didik Wardaya saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

"Kalau melakukan pembelajaran tatap muka dengan situasi seperti ini kami boleh mengatakan kita belum siap, saat ini belum ada tatap muka kalau nanti sekolah dibuka akan lebih berisiko," ucapnya.

Menurut Didik, walaupun saat ini Mendikbud telah memperbolehkan sekolah dengan tatap muka pada zona kuning maupun hijau, pihaknya enggan mengambil resiko.

"Kebijakan pemerintah daerah itu nanti untuk mahasiswa dulu, rencananya akan dibuka pada bulan September lalu dilakukan evaluasi setelah itu baru diikuti oleh jenjang di bawahnya," ucapnya.

Baca juga: Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut, sambung Didik, sesuai dengan arahan Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menghendaki sekolah dibuka secara bertahap dan dimulai dari jenjang yang paling tinggi.

"Kita lihat perkembangannya dan masukan dari berbagai pihak, seperti dari masyarakat atau orangtua siswa, dan juga ikatan dokter anak. Kemudian juga mengikuti perkembangan penyebaran Covid-19 di DI Yogyakarta," ucapnya.

Jika pembelajaran dengan tatap muka sudah dimulai dan ada orangtua siswa yang tidak mengizinkan untuk masuk, pihaknya tetap memberikan layanan pembelajaran jarak jauh.

"Ya boleh saja, kami tetap memberikan layanan pembelajaran jarak jauh. Kita sudah mulai merancang prosedur untuk sekolah yang akan melakukan sekolah tatap muka," ucapnya.

Menurutnya, nanti sekolah harus mematuhi beberapa aturan saat sekolah tatap muka seperti memperhatikan kapasitas ruangan, lalu penyemprotan disinfektan, lalu juga dibutuhkan pemetaan dari mana saja peserta didik berasal.

Disdikpora DIY juga menyiapkan kurikulum darurat untuk dijalankan saat pembelajaran tatap muka berlangsung, seperti menyiapkan kalender pendidikan

"Kalau kita melihat kurikulum darurat yg dikeluarkan oleh Pak Menteri itu hanya menyesuaikan, sama mempertimbangkan tingkat capaian kompetensi dasar yg bisa dicapai sesuai dengan kondisi daerah masing-masing," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X