Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Kompas.com - 10/08/2020, 12:56 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji saat ditemui di ruang kerjanya. TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRIGubernur Kalbar Sutarmidji saat ditemui di ruang kerjanya.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebanyak 22 orang yang terdiri dari 8 orang guru dan 14 pelajar di Kalimantan Barat ( Kalbar) dinyatakan positif corona atau Covid-19.

Berdasarkan hasil tersebut, rencana pelaksanaan belajar mengajar secara tatap muka dipastikan ditunda.

"Saya mohon maaf untuk menunda dulu sekolah tatap muka sampai dipastikan tak ada guru dan murid yang positif," kata Gubernur Kalbar Sutarmidji di laman Facebook yang telah terkonfirmasi Kompas.com, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Sutarmidji melanjutkan, ia telah memerintahkan Dinas Kesehatan Kalbar dan Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota untuk terus melakukan tes swab kepada masyarakat.

"Saya minta daerah terus lakukan swab agar bisa dipetakan kawasan yang perlu waspada," ujar Sutarmidji.

Diberitakan, Dinas Kesehatan Kalimantan Barat telah melaksanakan pemeriksaan swab terhadap guru dan rapid test terhadap pelajar di sebagian sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kalbar.

Pemeriksaan itu menyasar sekolah-sekolah yang berada di ibu kota kabupaten dan kota di Kalbar.

"Sejauh ini, ada 604 orang guru dan petugas sekolah yang diperiksa swab dan ada 495 pelajar yang diperiksa rapid test," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, terdapat 8 orang guru atau 1,5 persen dan 14 pelajar atau 2,8 persen yang dinyatakan positif Covid-19.

"Untuk murid dan guru positif ini, langsung kita isolasi. Di Kota Pontianak kita isolasi di rusunawa, sementara kabupaten lain juga begitu," ujar Harisson.

Baca juga: Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Harisson menyebut, sebaran guru dan positif Covid-19 masing-masing berada di SMPN 1 Pontianak ada tiga orang guru, SMAN 2 Pontianak dua orang guru; SMAN 3 Pontianak ada dua guru dan satu pelajar.

Sementara, di SMAN 1 Ketapang ada enam orang murid, SMPN 1 Ketapang dua orang murid, SMPN 1 Sambas ada tiga murid, kemudian SMAN 1 Ngabang, Landak ada satu guru dan dua muridn

"Ini hasil pemeriksaan sementara. Kami akan terus lakukan pemeriksaan," tegas Harisson.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X