[POPULER NUSANTARA] Jerinx SID Dipanggil Polisi | Klaim Zona Hijau Surabaya

Kompas.com - 05/08/2020, 07:00 WIB
Drummer grup band Superman is Dead (SID) Jerinx. KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Drummer grup band Superman is Dead (SID) Jerinx.

KOMPAS.com- Unggahan drummer SID, Jerinx yang menyebut IDI 'kacung WHO' berujung pada laporan ke polisi.

IDI wilayah Bali pun melaporkan Jerinx ke Polda Bali.

Sedangkan di Tegal, Jawa Tengah, seorang siswa SD dinyatakan positif Covid-19.

Siswa tersebut rupanya sempat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah beberapa hari sebelum dinyatakan terinfeksi corona.

Berikut lima berita populer nusantara yang menjadi fokus perhatian pembaca Kompas.com:

Baca juga: Unggahan Kacung WHO Jerinx SID Berujung Laporan ke Polda Bali...

1. Dilaporkan IDI, Jerinx dipanggil polisi

Ilustrasi Logo InstagramHollywood Reporter Ilustrasi Logo Instagram
Di akun Instagramnya, pria bernama I Gede Ari Astana itu menggunggah kata-kata yang dianggap menghina Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Jerink menulis: "Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19".

Ketua IDI Bali I Gede Putra Suteja menjelaskan, kata "kacung WHO" membuat organisasi tersebut merasa terhina.

Pada 16 Juni 2020, Jerinx dilaporkan ke Polda Bali oleh IDI.

"Iya, terkait menghina IDI sebagai kacungnya WHO, IDI ikatan apa itu. Kita kan organisasi merasa terhina terhadap hal ini," kata Suteja, Selasa (4/8/2020).

Usai laporan diterima, kata dia, Jerinx sempat dipanggil untuk dimintai keterangan.

Baca juga: Polisi Panggil Jerinx SID Terkait Laporan IDI Bali soal Dugaan Ujaran Kebencian

Namun pria itu berhalangan hadir. Polisi akan kembali memanggil Jerinx sebagai saksi pada Kamis (6/8/2020).

Kuasa hukum Jerinx I Wayan Gendo Suardana mengatakan, unggahan Jerinx tak bermaksud menghina.

Unggahan kliennya, kata dia, seharusnya dibaca dan dimaknai secara utuh.

Dalam unggahan itu, Jerinx mempertanyakan sikap IDI terkait syarat rapid test sebelum pasien mendapatkan layanan rumah sakit. Hal itu dianggap mempelambat penanganan.

"Intinya adalah meminta penjelasan kenapa IDI tidak melakukan tindakan secara keorganisasian," kata dia.

"Kalau IDI merasa ini menghina tanpa ada upaya klarifikasi, evaluasi dan rekfleksi ya silakan, kami siap menghadapinya," kata dia.

Baca juga: Unggahan Jerinx yang Sebut IDI Kacung WHO Berawal dari Keresahan Syarat Rapid Test

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Regional
Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Regional
Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Regional
Antisipasi Lonjakan Pendatang Saat Libur Panjang, Dishub Jateng Buat 3 Pos Pantau

Antisipasi Lonjakan Pendatang Saat Libur Panjang, Dishub Jateng Buat 3 Pos Pantau

Regional
Upaya Lestarikan Aksara Jawa, Disbud DI Yogyakarta Gandeng PANDI

Upaya Lestarikan Aksara Jawa, Disbud DI Yogyakarta Gandeng PANDI

Regional
Di Tengah Pandemi, Jambi Ekspor 2,1 Ton Kopi Arabika Kerinci ke Jepang

Di Tengah Pandemi, Jambi Ekspor 2,1 Ton Kopi Arabika Kerinci ke Jepang

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat, Status Masih Waspada

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat, Status Masih Waspada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X