Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembakaran Lahan di Kalimantan Tengah

Kompas.com - 04/08/2020, 22:09 WIB
Kepolisian Resor Kotawaringin Barat menggelar jumpa pers tentang penangkapan dua pelaku karhutla, Selasa (4/8/2020). Kedua pelaku ditersangkakan karena dianggap menyebakan kebakaran lima hektare lahan. KOMPAS.com/DEWANTARAKepolisian Resor Kotawaringin Barat menggelar jumpa pers tentang penangkapan dua pelaku karhutla, Selasa (4/8/2020). Kedua pelaku ditersangkakan karena dianggap menyebakan kebakaran lima hektare lahan.

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kotawaringin Barat menangkap dua pelaku penyebab kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) seluas kurang lebih lima hektare di RT 002 Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Pelaku pertama adalah TT (58), lelaki asal Ciamis, Jawa Barat, yang kini menjadi warga RT 002 Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara. Pelaku kedua berinisial PTB, pemilik lahan seluas lima hektare tersebut.

Para pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di ruang tahanan Polres Kobar.

Baca juga: Lindungi 12 Telurnya, Ular Piton 4 Meter Ditemukan Hangus Saat Kebakaran Lahan

Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Dharma Ginting dalam jumpa pers, Selasa (4/8/2020) sore, mengatakan, TT ditangkap di lokasi kejadian pada 21 Juli 2020 sekitar pukul 12.30 WIB.

Dia kedapatan sedang membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Sebilah parang serta sebuah korek api berwarna hijau menjadi barang bukti yang disita aparat. Ada pula tiga abu bekas pembakaran serta ranting yang diambil dari lahan bekas terbakar tersebut.

Sedangkan PTB ditangkap karena dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab menyuruh aksi pembakaran lahan tersebut.

Berdasarkan keterangan para tersangka, kesepakatan antara keduanya terjadi pada bulan April.

"Tersangka PTB memberikan upah Rp 2,5 juta per hektare. Jadi kalau lima hektare jadi Rp12,5 juta. Tapi yang dibayarkan baru Rp 7 juta. Jadi masih ada Rp 5,5 juta lagi sisanya yang belum dibayarkan," ujar Dharma saat membacakan siaran pers di hadapan awak media.

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Lahan Perkebunan di Jambi

Meski lahan lima hektare itu terletak berdekatan, Dharma menekankan, kejadian pembakaran lahan tersebut tidak berhubungan dengan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit. 

"Kami bisa pastikan karena sudah melakukan pendalaman. Kami mendapatkan surat jual-beli antara tersangka PTB dengan pemilik lahan sebelumnya yang bernama Nahar. Jadi tidak ada hubungannya dengan perusahaan," papar Dharma.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 78 ayat (3) juncto Pasal 50 ayat (3) huruf d UU 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun menanti kedua pelaku.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X