KILAS DAERAH

Tawarkan Destinasi dalam Kota, Pemkot Madiun Rilis Layanan Keliling Gratis Lewat Mabour Bus

Kompas.com - 15/07/2020, 10:37 WIB
Inilah armada Madiun Bus On Tour (Mabour) yang siap mengantar gratis wisatawan keliling menikmati keindahan Kota Madiun. Wali Kota Madiun, Maidi melaunching bus wisata gratis di Balaikota Madiun, Selasa (14/7/2020). DOK. Humas Pemkot MadiunInilah armada Madiun Bus On Tour (Mabour) yang siap mengantar gratis wisatawan keliling menikmati keindahan Kota Madiun. Wali Kota Madiun, Maidi melaunching bus wisata gratis di Balaikota Madiun, Selasa (14/7/2020).

KOMPAS.com – Tertarik untuk menjelajahi keindahan Kota Madiun? Bingung bagaimana caranya? Tidak perlu khawatir, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun sudah menyiapkan fasilitas tanpa bikin kantong mlompong.

Cukup datang ke Jalan Pahlawan Kota Madiun di akhir pekan, dua bus dan satu mikro bus di depan Balai Kota Madiun siap mengantar berkeliling.

Destinasi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari wisata kuliner, bangunan bersejarah, hingga kecantikan tata ruang kota pendekar secara gratis.

Dari keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (15/7/2020), Wali Kota Madiun Maidi menamai tiga armada transportasi wisata gratis ini dengan julukan Mabour, akronim dari Madiun Bus On Tour.

Baca juga: Wali Kota Madiun Hidupkan Lahan Tidur untuk Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat

Lebih dari itu, Bus Mabour bukan sekedar bus biasa yang beroperasi di jalan raya. Sebab, Dinas Perhubungan Kota Madiun menciptakan armada dengan tampilan yang menarik.

Tak hanya warna merah yang mencolok, desaian bus berbentuk balok yang klasik didukung interior yang sedemikian rupa menjadikan penumpang merasa nyaman berkeliling dengan Mabour.

Untuk fasilitas, Mabour dilengkapi fitur menarik seperti bus wisata kekinian, mulai dari karaoke, pendingin udara, hingga menggunakan pintu hidrolis.

Beroperasi tiap Sabtu dan Minggu dari pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB, Mabour terdiri atas 3 armada, dua medium bus berkapasitas 30 orang dan satu armada jenis mikro bus berkapasitas 18 penumpang.

Baca juga: Pertahankan Zona Hijau Covid-19, Kota Madiun akan Dilindungi “Pendekar Waras”

Medium bus dan mikro bus memiliki rute berbeda, namun saling berhubungan.

Mikro bus mengantar wisatawan ke lokasi yang sulit dilalui medium bus seperti Masjid Kuno Kuncen atau Masjid Kuno Taman.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X