Kisruh PPDB Zonasi di Sumbar, Ombudsman Terima Puluhan Laporan Orangtua Siswa

Kompas.com - 08/07/2020, 09:09 WIB
Puluhan orang tua siswa mendatangi Dinas Pendidikan Sumbar memprotes sistem zonasi sekolah, Senin (6/7/2020) -Puluhan orang tua siswa mendatangi Dinas Pendidikan Sumbar memprotes sistem zonasi sekolah, Senin (6/7/2020)

PADANG, KOMPAS.com - Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat menerima puluhan laporan masyarakat mengenai pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP dan SMA.

Laporan itu, seiring dengan telah diumumkannya seleksi tahap 1 PPDB SMP Kota Padang, dan dimulainya uji publik kelulusan sementara untuk SMA.

"Di antara subtansi yang dilaporkan adalah, masyarakat merasa rumahnya dalam zonasi atau lebih dekat ke sekolah, namun tidak lulus," kata Kepala Ombudsman Sumbar Yefri Heriani dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Kecurangan PPDB Sistem Zonasi di Jember, SKD Palsu Rampas Hak Anak

Menurut Yefri, selain itu masyarakat merasa dirugikan dengan ketentuan PPDB yang menyatakan bahwa saat jarak sama, maka penentuan kelulusan dengan melihat usia.

"Mereka merasa ketentuan ini tidak adil, jadi melapor ke Ombudsman. Padahal, menurut mereka selisih umur hanya 1 atau 2 bulan saja," kata Yefri.

Menurut Yefri, panitia memang harus berhati-hati dalam memvalidasi jarak rumah calon siswa dan sekolah.

Baca juga: Protes Soal PPDB Jalur Zonasi, Bupati Taput Khawatir Banyak Anak Putus Sekolah

Tahun ini, sesuai ketentuan Permendikbud Nomor 44 Tahun  2019 tentang PPDB, salah satu jalur yang diterima adalah zonasi, dimana kelulusan ditentukan oleh jarak rumah dengan sekolah, bukan nilai UN.

Namun, hal itu harus diverifikasi secara ketat dan teliti. Agar tidak merugikan masyarakat.

"Jadi sebelum pengumuman resmi dan dan saat uji publik atau pengumuman sementara telah berjalan di website, kesempatan itu benar-benar digunakan untuk memeriksa satu-satu kelulusan siswa, terutama jarak rumah tadi itu," jelas Yefri.

Baca juga: PPDB SMA/SMK Sumbar Kembali Diperpanjang hingga 8 Juli

Apa lagi, menurut Yefri, bukan tidak mungkin, ada oknum yang memalsukan KK atau Surat Keterangan Domisili.

"Hal itu, bisa saja terjadi," kata Yefri.

Karena itu, layanan pengaduan internal dan informasi harus bekerja maksimal, semua dicatat dan direspon dengan baik.

"Kalau tidak, kami yakin gelombang protes akan menjadi. Karena mereka merasa tidak didengar," kata Yefri.

Baca juga: Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulang dari Perjalanan Dinas, Seorang Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19

Pulang dari Perjalanan Dinas, Seorang Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19

Regional
21 SMP di Surabaya Akan Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Diperketat

21 SMP di Surabaya Akan Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Diperketat

Regional
Geger Pelecehan Seksual Berkedok Riset 'Swinger' di Yogya, Pelaku Mengaku Dosen Catut Nama UGM dan NU

Geger Pelecehan Seksual Berkedok Riset "Swinger" di Yogya, Pelaku Mengaku Dosen Catut Nama UGM dan NU

Regional
86 Penghuni Sembuh dari Covid-19, Pondok Gontor 2 Nyatakan Bebas Corona

86 Penghuni Sembuh dari Covid-19, Pondok Gontor 2 Nyatakan Bebas Corona

Regional
Positif Corona, Wabup Kobar Sempat Kehilangan Fungsi Indra Penciuman dan Perasa

Positif Corona, Wabup Kobar Sempat Kehilangan Fungsi Indra Penciuman dan Perasa

Regional
Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Regional
Tenaga Medis Positif Corona, Puskesmas Depok I Sleman Ditutup

Tenaga Medis Positif Corona, Puskesmas Depok I Sleman Ditutup

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 di Padang Meningkat, Didominasi Kasus Impor

Jumlah Pasien Covid-19 di Padang Meningkat, Didominasi Kasus Impor

Regional
Ganjar Bakal Potong Gaji ASN yang Langgar Protokol Kesehatan di Kantor

Ganjar Bakal Potong Gaji ASN yang Langgar Protokol Kesehatan di Kantor

Regional
Gubernur dan Staf Positif Covid-19, ASN di Kepri Kerja dari Rumah

Gubernur dan Staf Positif Covid-19, ASN di Kepri Kerja dari Rumah

Regional
Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah, Purbalingga Masuk Zona Kuning

Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah, Purbalingga Masuk Zona Kuning

Regional
Istri Hamil 9 Bulan dan Suami Dibunuh Rekan Bisnis, Motifnya Sakit Hati Disebut Maling

Istri Hamil 9 Bulan dan Suami Dibunuh Rekan Bisnis, Motifnya Sakit Hati Disebut Maling

Regional
Positif Covid-19, 6 Tahanan Kejaksaan Negeri Jombang Diisolasi di RSUD

Positif Covid-19, 6 Tahanan Kejaksaan Negeri Jombang Diisolasi di RSUD

Regional
12 Tahun Jadi TNI Gadungan, Pria Ini Diduga Sempat Jadi 'Beking' Proyek PLN dan Kredit Motor

12 Tahun Jadi TNI Gadungan, Pria Ini Diduga Sempat Jadi "Beking" Proyek PLN dan Kredit Motor

Regional
6 Rumah Warga Amblas ke Sungai

6 Rumah Warga Amblas ke Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X