Bupati Tangerang: 14.910 Karyawan Kena PHK, Juli Nanti Tambah Lagi 8.000

Kompas.com - 08/07/2020, 06:25 WIB
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat mengunjungi PT EDS Manufacturing Indonesia di Kecamatan Balaraja, Senin (27/4/2020). dok. Diskominfo Kabupaten TangerangBupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat mengunjungi PT EDS Manufacturing Indonesia di Kecamatan Balaraja, Senin (27/4/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan sebanyak 14.910 karyawan terkena Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) akibat dampak pandemi Corona atau Covid-19.

Selain di-PHK, 9.386 karyawan lainnya dirumahkan. Karyawan yang di-PHK dan di rumahkan, berasal dari 13 perusahaan yang gulung tikar.

"Belum lagi di Juli ini akan ada satu perusahaan besar yang akan tutup dengan jumlah karyawan mencapai 8.000 lebih, tentu saja itu sangat berdampak sekali," kata Ahmed melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Jadi korban PHK selama pandemi

Zaki mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan jumlah karyawan yang menjadi korban PHK saat pandemi.

Jika ditotal, kata dia akan ada sekitar 23.000 karyawan yang di-PHK hingga Juli 2020.

Sementara Kepala Dinas Tenaga (Disnaker) Kerja Kabupaten Tangerang, Jurnaji, mengatakan, jumlah karyawan yang di-PHK akan terus bertambah jika situasi pandemi terus berlangsung seperti ini.

Untuk mengantisipasi dan mencari jalan keluar supaya tidak lebih banyak lagi terjadi PHK, kata dia, Disnaker Kabupaten Tangerang telah membentuk tim monitoring dampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Di Hadapan Jokowi, Khofifah Sebut 6.924 Warga Jatim di-PHK, 41.000 Dirumahkan

PSBB masih berlangsung

Tugas mereka adalah mendata dan memfasilitasi konseling Ketenagakerjaan kepada pengusaha, serikat pekerja hingga pekerjanya langsung.

Hingga saat ini, Kabupaten Tangerang masih melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 12 Juli mendatang.

Akibatnya terjadi pembatasan-pembatasan di tempat kerja yang mengakibatkan adanya pengurangan karyawan.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Regional
Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Regional
Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Regional
Iring-iringan Mobil Polisi Alami Kecelakaan Beruntun, Ini Penyebabnya

Iring-iringan Mobil Polisi Alami Kecelakaan Beruntun, Ini Penyebabnya

Regional
Diperiksa Polisi karena Sebut IDI 'Kacung WHO', Jerinx Upayakan Mediasi

Diperiksa Polisi karena Sebut IDI "Kacung WHO", Jerinx Upayakan Mediasi

Regional
Kedatangan Tamu, Rupanya Positif Covid-19, Sempat Bertemu Pimpinan UGM

Kedatangan Tamu, Rupanya Positif Covid-19, Sempat Bertemu Pimpinan UGM

Regional
Jerinx Mengaku Dijauhi Sponsor dan Teman karena Kritik soal Corona

Jerinx Mengaku Dijauhi Sponsor dan Teman karena Kritik soal Corona

Regional
Jerinx: Saya Tak Punya Niat Menyakiti Kawan-Kawan IDI...

Jerinx: Saya Tak Punya Niat Menyakiti Kawan-Kawan IDI...

Regional
Bukit Savana Rinjani Ditutup Sementara Gara-gara Aksi Pendaki Dugem

Bukit Savana Rinjani Ditutup Sementara Gara-gara Aksi Pendaki Dugem

Regional
Hilang Sehari, Kakek 79 Tahun di Kulon Progo Ditemukan Tewas Tergantung

Hilang Sehari, Kakek 79 Tahun di Kulon Progo Ditemukan Tewas Tergantung

Regional
Viral Tagihan Listrik Warga Makassar Tembus Rp 19 Juta, Ini Penjelasan PLN

Viral Tagihan Listrik Warga Makassar Tembus Rp 19 Juta, Ini Penjelasan PLN

Regional
Jerinx SID Juga Dilaporkan ke Polisi karena Sebut Seorang Warga Tua dan Bego

Jerinx SID Juga Dilaporkan ke Polisi karena Sebut Seorang Warga Tua dan Bego

Regional
Sebut IDI 'Kacung WHO', Jerinx: Itu Murni Kritikan

Sebut IDI "Kacung WHO", Jerinx: Itu Murni Kritikan

Regional
Detik-detik Dosen Tikam Mahasiswi Pacarnya hingga Tewas karena Lamaran Ditolak

Detik-detik Dosen Tikam Mahasiswi Pacarnya hingga Tewas karena Lamaran Ditolak

Regional
Detik-detik 3 Mobil Polisi Kecelakaan Beruntun Setelah Pulang Kawal Pemakaman Jenazah Covid-19

Detik-detik 3 Mobil Polisi Kecelakaan Beruntun Setelah Pulang Kawal Pemakaman Jenazah Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X