Protes Soal PPDB Jalur Zonasi, Bupati Taput Khawatir Banyak Anak Putus Sekolah

Kompas.com - 04/07/2020, 17:12 WIB
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan meminta agar PPDB dengan jalur zonasi agar direvisi dan ditinjau ulang kembali, karena bakal banyak anak yang akan putus sekolah akibat kebijakan tersebut, Sabtu (04/07/2020). handoutBupati Tapanuli Utara Nikson Nababan meminta agar PPDB dengan jalur zonasi agar direvisi dan ditinjau ulang kembali, karena bakal banyak anak yang akan putus sekolah akibat kebijakan tersebut, Sabtu (04/07/2020).

TAPANULI UTARA, KOMPAS.com - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan memprotes sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi. Menurutnya, sistem tersebut akan membuat banyak anak putus sekolah.

"Sistem jalur zonasi ini hanya bisa dibuat di daerah perkotaan, yang jarak dari tempat tinggal ke sekolah berdekatan. Bagaimana nasib anak-anak di dusun-dusun pedesaan yang jauh dari lokasi (sekolah)," kata Bupati Taput Nikson Nababan lewat pesan singkatnya kepada Kompas.com, Sabtu (04/07/2020).

Baca juga: Komnas PA: Jalur Zonasi PPDB Jakarta Harus Diulang, Jika Perlu Seluruh Siswa Diterima

Nikson paham, PPDB jalur zonasi merupakan salah satu upaya pemerintah melakukan pemerataan kualitas pendidikan.

"Tujuannya memang baik, agar tak ada sekolah-sekolah yang dianggap favorit dan non-favorit," kata Nikson.

Tapi, kebijakan itu belum tentu bisa diterapkan di daerah yang terpencil.

Nikson mencontohkan penerapan PPDB jalur zona di Kabupaten Tapanuli Utara. Menurutnya, masih banyak dusun desa terpencil yang jaraknya jauh dari sekolah.

Seperti Desa Sigotom di Kecamatan Pangaribuan, Tapanuli Utara. Desa Sigotom merupakan yang terjauh dari pusat kecamatan.

Sementara, untuk tingkat SMA hanya ada satu sekolah di kecamatan itu. Sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) juga terbatas.

"Bahkan untuk satu wilayah kecamatan dengan jumlah penduduk yang besar, masih ada yang hanya memiliki satu sekolah," ujar Nikson.

Jika PPDB jalur zonasi diterapkan, Nikson khawatir bakal banyak anak-anak di wilayahnya yang putus sekolah.

Baca juga: Hati Ibu Ini Teriris Lihat Anaknya Stres, Kadang Tertawa Sendiri karena Gagal Masuk SMA

Sebab, orangtua mereka tak memiliki uang untuk membiayai sekolah swasta.

"Apalagi untuk masuk ke sekolah swasta membutuhkan biaya yang besar. Sementara kondisi ekonomi orangtuanya tidak mencukupi. Alhasil orang tua putus asa dan akhirnya anak putus sekolah," kata Nikson.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

105 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Banjar Kalsel Terpapar Covid-19

105 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Banjar Kalsel Terpapar Covid-19

Regional
Tracing Klaster DPRD Maluku, Belum Ada Anggota Dewan yang Jalani Tes Swab

Tracing Klaster DPRD Maluku, Belum Ada Anggota Dewan yang Jalani Tes Swab

Regional
Bahas Tata Ruang Ibu Kota Negara Baru, Wamen ATR Pastikan Tak Ada Penggusuran

Bahas Tata Ruang Ibu Kota Negara Baru, Wamen ATR Pastikan Tak Ada Penggusuran

Regional
Viral, Situs Belajar Daring di Surabaya Disisipi Iklan Pornografi, Ini Penjelasan Pemkot

Viral, Situs Belajar Daring di Surabaya Disisipi Iklan Pornografi, Ini Penjelasan Pemkot

Regional
Pilu Penderita Kanker Terpapar Covid-19, Terasing dari Keluarga yang Takut Tertular

Pilu Penderita Kanker Terpapar Covid-19, Terasing dari Keluarga yang Takut Tertular

Regional
UPDATE 13 Agustus: Total Positif Covid-19 DIY Capai 911 Kasus

UPDATE 13 Agustus: Total Positif Covid-19 DIY Capai 911 Kasus

Regional
Viral Video PKL Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel, Polisi Selidiki Pengunggahnya ke YouTube

Viral Video PKL Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel, Polisi Selidiki Pengunggahnya ke YouTube

Regional
Perempuan Tewas Tergantung Tali di Samping Truk Ternyata Dibunuh Suami, gara-gara Tagih Utang

Perempuan Tewas Tergantung Tali di Samping Truk Ternyata Dibunuh Suami, gara-gara Tagih Utang

Regional
Sejak Pariwisata Dibuka, 2.500 Orang Datangi Bali Tiap Hari

Sejak Pariwisata Dibuka, 2.500 Orang Datangi Bali Tiap Hari

Regional
Warga Makassar Temukan Mayat Perempuan Bersimbah Darah Dalam Rumah

Warga Makassar Temukan Mayat Perempuan Bersimbah Darah Dalam Rumah

Regional
Kepsek Meninggal karena Covid-19, Pernah Kontak dengan Pasien Positif Saat Hajatan

Kepsek Meninggal karena Covid-19, Pernah Kontak dengan Pasien Positif Saat Hajatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 13 Agustus 2020

Regional
Pasien Suspek Covid-19 Tidak Jujur, IGD RSUD Batusangkar Ditutup, 24 Tenaga Medis di-Swab

Pasien Suspek Covid-19 Tidak Jujur, IGD RSUD Batusangkar Ditutup, 24 Tenaga Medis di-Swab

Regional
Beri Pembekalan kepada 500 Guru, Risma: Harus Selalu Sehat, Negara Butuh Para Guru

Beri Pembekalan kepada 500 Guru, Risma: Harus Selalu Sehat, Negara Butuh Para Guru

Regional
Bawaslu Telusuri Dugaan Mahar Politik di Pilkada Kabupaten Semarang 2020

Bawaslu Telusuri Dugaan Mahar Politik di Pilkada Kabupaten Semarang 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X