Hasil Otopsi Satu Keluarga Tewas di Tangerang, Dua Anak Dibunuh, Ayah Gantung Diri

Kompas.com - 12/06/2020, 18:28 WIB
Rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan berdarah yang melibatkan dua anak dan ayahnya yang diduga menjadi pelaku di Kampung Sukamantri RT 02/09, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/6/2020). Istimewa/dokumentasi Polsek Balaraja/ tribunjakartaRumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan berdarah yang melibatkan dua anak dan ayahnya yang diduga menjadi pelaku di Kampung Sukamantri RT 02/09, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/6/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Hasil penyelidikan yang dilakukan Polresta Tangerang terhadap kasus satu keluarga ditemukan tewas mengarah pada tindakan pembunuhan oleh R (37) sebelum dirinya gantung diri.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Indradi mengatakan berdasarkan hasil otopsi, R meninggal karena bunuh diri. Jenazah R ditemukan tergantung di ruang tengah rumah tempat kejadian perkara (TKP). 

"Korban R diduga meninggal bunuh diri berdasarkan tanda-tanda patah leher, ada keluar sperma, meninggal karena leher terjerat," kata Ade dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Detik-detik Satu Keluarga Tewas di Tangerang, Awalnya Terdengar Suara Cekcok, lalu Suara Ledakan

Sementara anak yang pertama meninggal dijerat oleh seutas tali di bagian leher. Adapun anak keduanya yang masih balita ditemukan meninggal di dalam drum di kamar mandi. Berdasarkan hasil otopsi paru-parunya dipenuhi cairan.

Dari hasil penyelidikan, kata Ade, kedua anaknya dibunuh oleh R lantaran tidak ada orang lain yang masuk rumah hingga ditemukan oleh empat warga sekitar pada Kamis (11/6/2020) dini hari pukul 01.30 WIB.

Sang ayah punya sifat temperamental

"Fakta terhadap kedua anaknya, tidak ada korban lain masuk ke rumah. Saksi masuk ke rumah dengan cara mendobrak pintu sehingga patut diduga ini dilakukan oleh korban R," kata Ade.

Hal yang menguatkan jika kedua anaknya dibunuh oleh R adalah keterangan dari ibu mertua yang menyebut R memiliki sifat temperamental dan pernah mengancam akan membunuh istrinya N alias L.

"R pernah mengancam istrinya, saya akan bunuh kamu dan kamu akan menyesal tidak akan bertemu anak-anak lagi, itu kata-kata terakhirnya," kata Ade.

Ancaman yang dilontarkan oleh R terhadap istrinya terjadi dia kali. Yakni pada pertengahan Ramadhan 2020 kemarin dan yang kedua saat cekcok beberapa sebelumnya perisitiwa tewasnya R. Ribut-ribut ini juga yang membuat N pergi dan tinggal di rumah orang tuanya.

Baca juga: Saya Akan Bunuh Kamu, Kamu Akan Menyesal Tidak Akan Bertemu Anak-anak Lagi..

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

Regional
Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X