Sistem Ganjil Genap untuk Sopir Angkot di Kota Ambon Tetap Diberlakukan

Kompas.com - 06/06/2020, 21:44 WIB
Wali Kota AMbon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota AMbon, Syarif Hadler dan Sekretaris Kota AMbon, Anthony Gustaf Latuheru saat menyampaikan keterangan kepada waratwan di Kantor Wali Kota Ambon, Sabtu (6/6/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota AMbon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota AMbon, Syarif Hadler dan Sekretaris Kota AMbon, Anthony Gustaf Latuheru saat menyampaikan keterangan kepada waratwan di Kantor Wali Kota Ambon, Sabtu (6/6/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menegaskan pemberlakukan sistem ganjil genap untuk angkutan kota (angkot) di Kota Ambon tetap diberlakukan.

Pernyataan itu disampaikan Richard menanggapi aksi demo ratusan sopir angkot di DPRD Kota Ambon yang menuntut agar sistem ganjil genap dicabut karena merugikan para sopir.

“Oh nggak  tetap akan diberlakukan sistem ganjil genap,” tegas Richard kepada wartawan, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: 33 Pasien Positif Covid-19 di Madiun, 18 di Antaranya Sembuh

Selain memberlakukan sistem ganjil genap, Pemerintah Kota Ambon juga memberlakukan ketentuan bagi setiap angkot untuk mengangkut penumpang tidak lebih dari 50 persen.

Kebijakan itu sendiri telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Ambon Nomor nomor 16 tahun 2020 tentang pembatasan kegiatan masyarakat ditengah pandemi Covid-19 di Kota Ambon.

Pemberlakukan kegiatan masyarakat Kota Ambon sendiri akan mulai diterapkan pada Sabtu (6/6/2020) pekan depan.

“Jadi tetap dilakukan juga protokol kesehatan, untuk angkutan masimal 50 persen baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Jadi kalau misalnya mobil jenis sedan itu muat lima penumpang jadinya hanya tiga, sedangkan mobil tipe MPV yang muat 8 penumpang, cuma bisa muat 4 orang,” ungkapnya.

Baca juga: PKM Diberlakukan, Pendatang Masuk Ambon Wajib Kantongi Surat Sehat


Khusus untuk angkutan ojek, kata Richard, para penumpang harus menyiapkan sendiri helm atau pelindung kepala.

“Kami imbau penumpangnya itu bawa helm sendiri jadi tidak boleh lagi pakai helm yang disiapkan tukang ojek. Kita juga ada upayakan agar ada pembatas di belakang tukang ojek dengan penumpang,” ungkapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

105 Siswa Secapa AD Positif Corona, Wali Kota Bandung Minta Puskesmas Tracing Warga Sekitar

105 Siswa Secapa AD Positif Corona, Wali Kota Bandung Minta Puskesmas Tracing Warga Sekitar

Regional
Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Regional
Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Regional
Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Regional
Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Regional
Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Regional
Masjid Hadiah Pengeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Masjid Hadiah Pengeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Regional
Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Regional
Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Regional
Kisah Maria 'Sang Dokter Rimba', Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Kisah Maria "Sang Dokter Rimba", Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Regional
Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Regional
Gubernur Kalbar Sindir Kepala Daerah yang 'Lebai' Tangani Corona: Jangan Pencitraan

Gubernur Kalbar Sindir Kepala Daerah yang "Lebai" Tangani Corona: Jangan Pencitraan

Regional
Menyoal Dugaan Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun Korban Pencabulan oleh Kepala P2TP2A

Menyoal Dugaan Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun Korban Pencabulan oleh Kepala P2TP2A

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X