Cegah Pemudik, 2 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Karantina Mandiri

Kompas.com - 02/04/2020, 12:03 WIB
Dua desa di Kabupaten Tasikmalaya, Cisayong dan Rajapolah menerapkan karantina mandiri demi mencegah pemudik masuk asal zona merah corona dengan penjagaan ketat setiap jalan akses masuk kedua wilayah itu, Selasa (2/4/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHADua desa di Kabupaten Tasikmalaya, Cisayong dan Rajapolah menerapkan karantina mandiri demi mencegah pemudik masuk asal zona merah corona dengan penjagaan ketat setiap jalan akses masuk kedua wilayah itu, Selasa (2/4/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Dua desa diketahui menutup akses jalan masuk supaya para pemudik dari zona merah corona tak datang ke wilayahnya.

Apalagi peningkatan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Tasikmalaya selama ini terus meningkat akibat banyaknya pemudik yang pulang.

Kedua desa yang menerapkan karantina perkampungannya adalah Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong dan Desa Tanjungpura Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Kedua desa itu berinisiatif isolasi perkampungannya masing-masing demi mencegah penyebaran Covid-19 akibat pandemi virus corona.

"Seluruh akses masuk menuju perkampungan ditutup dan dijaga ketat oleh warga, yang sudah ditugaskan oleh ketua RT masing-masing kampung. Warga yang akan keluar atau masuk ke wilayah Desa Cisayong wajib lapor kepada petugas piket bergilir," jelas Kepala Desa Cisayong Yudi Cahyudin, kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Pulang dari Sukabumi, 26 Calon Perwira Polisi Asal Sumbar Jalani Karantina 14 Hari

Yudi menambahkan, karantina kampung sebanyak 39 RT ini dilakukan selain upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 juga untuk memudahkan pendataan warga yang masuk ke wilayah Desa Cisayong.

"Walaupun dia (pemudik) orang sini pulang dari luar kota, tetap harus didata oleh RT dan RW," tambahnya.

Yudi mengaku tercatat 130 warga Desa Cisayong dengan status ODP. Mereka datang dari wilayah yang statusnya zona merah dan terpaksa karantina desa mandiri ini dilakukan.

"Kami, Pemerintah Desa Cisayong sudah mendata melalui RT dan RW sudah ada 130 orang dari luar kota yang masuk ke daerah Cisayong. Ini angka sangat fantastis, menjadikan kami khawatir," ujar dia.

Baca juga: Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

 

Izin keluar masuk desa diperketat

Dua desa di Kabupaten Tasikmalaya, Cisayong dan Rajapolah menerapkan karantina mandiri demi mencegah pemudik masuk asal zona merah corona dengan penjagaan ketat setiap jalan akses masuk kedua wilayah itu, Selasa (2/4/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Dua desa di Kabupaten Tasikmalaya, Cisayong dan Rajapolah menerapkan karantina mandiri demi mencegah pemudik masuk asal zona merah corona dengan penjagaan ketat setiap jalan akses masuk kedua wilayah itu, Selasa (2/4/2020).
Salah satu Ketua RW di Desa Cisayong, Acep (42) menyatakan, warga yang diizinkan keluar hanya yang beralasan penting seperti yang akan belanja atau bekerja.

Sedangkan jika ada tamu yang akan masuk hanya sekedar bertamu atau berkunjung biasa petugas akan meminta pulang kembali.

"Seiring meningkatnya jumlah ODP akibat membludaknya pemudik yang pulang kampung ke sini dari zona merah," tambah dia.

Sementara itu, Camat Rajapolah Yana Haryana, membenarkan di wilayahnya telah diberlakukan satu desa dengan status isolasi wilayah desa secara mandiri.

Penjagaan ketat pun diberlakukan di setiap akses jalan masuk wilayah desa bekerjasama dengan anggota polisi Polsek Rajapolah.

"Sama, iah untuk mencegah pemudik dari zona merah corona. Kita bekerjasama dengan Polsek Rajapolah Polres Tasikmalaya Kota. Dijaga ketat dan setiap orang yang hendak masuk harus memakai hand sanitizer yang telah disediakan," pungkasnya.

Baca juga: Kisah Polisi Tasikmalaya Bantu Seorang Ibu Melahirkan di Mobil Patroli Pinggir Jalan

Pemudik dari zona merah terus berdatangan

Diberitakan sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, mencatat terdapat 900 orang pemudik dari beberapa daerah zona merah virus corona dalam sehari tiba di kawasan perbatasan Garut-Tasikmalaya pada Sabtu (28/3/2020) sampai Minggu (29/3/2020) dini hari tadi.

Satgas terdiri dari tim medis Puskesmas perbatasan dibantu unsur pemerintahan kecamatan, Polsek dan Koramil Ciawi mengaku kewalahan karena jumlah pemudik terus membludak berdatangan.

Seluruh pemudik yang tiba di Kecamatan Ciawi tersebut wajib melalui pemeriksaan medis di sebuah Pos Jaga yang sengaja didirikan mandiri oleh unsur kecamatan tersebut.

"Warga yang baru pulang kampung dari luar kota, apalagi dari daerah yang terpapar covid-19 harus lapor ke RT setempat. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuhnya. Sehari saja pos penjagaan tim medis yang dibentuk secara inisiatif pihak kecamatan ini sudah memeriksa 900 pemudik dari kawasan zona merah," jelas Ketua Satgas sekaligus Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Asep Rudi, Minggu siang.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Bentuk Tim Covid-19 Tingkat RW dan Alihkan Dana Rp 1 M Per Kelurahan untuk Tangani Corona

 

Jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah, karena diduga masih banyak warga daerah yang memutuskan pulang kampung akibat pandemik Covid-19.

Selain diperiksa kesehatan dan suhu tubuhnya, mereka juga didata, dicatat identitasnya dan diwawancara riwayat selama di luar kota.

Bagi mereka yang ada keluhan diberikan obat dan diberikan nomor kontak apabila ada keluhan lain agar petugas siap memberikan pelayanan.

Sampai Senin (1/4/2020) sesuai rilis dari portal Sigesit 119 Kabupaten Tasikmalaya, diketahui jumlah ODP 454 orang dan PDP 11 orang, 5 diantaranya selesai pengawasan dan 6 orang lagi masih dalam perawatan. 

Baca juga: Hari Pertama Karantina Wilayah Parsial di Kota Tasikmalaya: 8 Pos Jaga di Perbatasan Disiagakan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Regional
Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Regional
Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Regional
Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X