Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

Kompas.com - 01/04/2020, 11:14 WIB
Beberapa ruas jalan protokol Kota Tasikmalaya sudah ditutup dalam menerapkan karantina wilayah parsial sebulan penuh yang mulai diberlakukan mulai Selasa (31/3/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHABeberapa ruas jalan protokol Kota Tasikmalaya sudah ditutup dalam menerapkan karantina wilayah parsial sebulan penuh yang mulai diberlakukan mulai Selasa (31/3/2020).

SETELAH Kota Tegal Jawa Tengah mengumumkan lockdown lokal mulai tanggal 30 Maret hingga 30 Juli 2020, langkah hampir sama diambil Kota Tasikmalaya di Jawa Barat.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengumumkan karantina lokal selama sebulan penuh di April 2020.

Kota Tasikmalaya menolak menyebut kebijakan tersebut lockdown, sekalipun isi kebijakan hampir sama dengan yang dilakukan Kota Bahari Tegal.

Pilihan yang dilakukan Tasikmalaya mengkarantina diri ini yaitu menghentikan masuknya warga dari luar daerah dan menahan warganya untuk tetap diam di rumah.

Dari paparan yang disampaikan oleh Wali Kota Budi Budiman selama sekitar tujuh menit yang disebar di media soaial, kebijakan karantina lokal diambil untuk melindungi warganya dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

Apalagi dari hasil tes terhadap pasien dalam pengawasan, lima orang dinyatakan positif corona.

Baca juga: Lockdown Lokal di Kota Tasikmalaya, Kendaraan Pribadi Diperiksa di Pos Perbatasan

Lima orang ini yaitu tiga berasal dari penularan klaster Lembang. Klaster Lembang ini sejak awal disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi salah satu dari empat klaster yang menjadi sumber penyebaran virus corona di Jawa Barat

Klaster Lembang ini yakni peserta seminar yang digelar oleh salah satu gereja. Tiga orang yang positif corona di Kota Tasikmalaya, yang ikut dalam kegiatan seminar tadi.

Dua lainnya yaitu setelah yang bersangkutan bepergian ke Bogor dan ke Jakarta. Dua daerah itu zona merah penyebaran corona.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, akan segera membentuk tim gugus tugas tingkat RW yang dananya akan mengalihkan dana kelurahan yang mencapai Rp 1 miliar lebih per kelurahan untuk penanganan corona di tiap kampung salah satunya penyemprotan disinfektan setiap harinya, Selasa (31/3/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, akan segera membentuk tim gugus tugas tingkat RW yang dananya akan mengalihkan dana kelurahan yang mencapai Rp 1 miliar lebih per kelurahan untuk penanganan corona di tiap kampung salah satunya penyemprotan disinfektan setiap harinya, Selasa (31/3/2020).
Untuk mencegah lebih jauh penyebaran virus tersebut, diperlukan pembatasan gerak warga kota atau tetap di rumah dan juga menahan orang luar masuk kota ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X