Pulang dari Sukabumi, 26 Calon Perwira Polisi Asal Sumbar Jalani Karantina 14 Hari

Kompas.com - 02/04/2020, 11:10 WIB
Salah satu proses dalam upacara pembukaan pendidikan Setukpa Polri angkatan ke 49  oleh Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). KOMPAS.COM/BUDIYANTOSalah satu proses dalam upacara pembukaan pendidikan Setukpa Polri angkatan ke 49 oleh Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020).

PADANG, KOMPAS.com - Sebanyak 26 siswa Sekolah Pembentukan Perwira Polisi Indonesia asal Sumatera Barat yang baru pulang dari Sukabumi menjalani karantina selama 14 hari di Sekolah Polisi Negara (SPN) Padang Besi, Padang, Sumatera Barat.

"Ada 26 siswa Setukpa asal Sumbar yang baru datang dari Sukabumi pada Senin (30/3/2020) lalu dan sekarang dikarantina di SPN Padang Besi," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Stefanus menyebutkan, kondisi 26 siswa Setukpa itu sedang menjalani cuti pendidikan dan kembali ke Sumbar.

Baca juga: Diralat, Polri Sebut 7 Polisi Siswa Setukpa Bukan Positif Covid-19 tetapi Berstatus PDP

Sesuai dengan protap penanggulangan wabah Covid-19, maka 26 siswa tersebut harus menjalani karantina selama 14 hari.

"Mereka dalam kondisi sehat. Namun kita tetap antisipasi dengan mengkarantina mereka selama 14 hari. Ini karena mewabahnya Covid-19," jelas Stefanus.

Stefanus mengatakan, siswa Setukpa asal Sumbar saat ini sebanyak 46 orang, namun yang baru pulang hanya 26 orang saja.

"Sebanyak 20 orang masih menjalani pemeriksaan di Sukabumi terkait Covid-19 ini," kata Stefanus.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) yang dinyatakan positif setelah menjalani rapid test Covid-19 akan dikarantina selama 14 hari.

Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen (Pol) Musyafak mengatakan, hasil rapid test tak menjamin para siswa positif terjangkit Covid-19.

Baca juga: Pulang ke Ambon, 16 Calon Perwira Polisi Dikarantina

Namun, para siswa tetap ditangani seperti orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

“300 (siswa) itu sekarang mulai dua hari yang lalu sudah saya kelola, tangani sebagaimana ODP. Pertama, proses belajar-mengajar jelas disetop, kemudian dilakukan isolasi,” kata Musyafak ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (1/4/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X