Wali Kota Pontianak Bekukan Izin Pengembang yang Sengaja Bakar Lahan

Kompas.com - 12/03/2020, 17:24 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dok Pemkot PontianakWali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono

PONTIANAK, KOMPAS.com – Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, telah membekukan izin pembangunan perumahan yang lahannya sengaja dibakar di Jalan Bina Jaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.  

Menurut Edi, pembekuan izin itu termuat dalam Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 55 Tahun 2018 tentang Larangan Membakar Lahan.

"Kita sudah ada Perwa (Peraturan Wali Kota) Nomor 5 tentang Larangan Membakar Lahan. Nanti akan kita bekukan izinnya tiga sampai lima tahun," kata Edi kepada wartawan, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Dalam Perwa tersebut, setidaknya terdapat tiga sanksi bagi pemilik lahan yang melanggar: seperti pemilik lahan wajib mengganti seluruh biaya pemadaman yang besarnya ditetapkan instansi teknis terkait; diberikan hukuman pidana sesuai dengan peraturan perundangan; dan pencabutan izin di atas lahan terbakar.

“Pelaku yang membakar sudah diamankan di Polresta Pontianak untuk diproses hukum,” ujar Edi.

Edi menerangkan, sejauh ini, terdapat dua titik kebakaran di Kota Pontianak.

Selain di Jalan Bina Jaya, juga ada di ujung Jalan Parit Haji Husein II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pembakar Lahan di Pontianak

Lahan terbakar itu, adalah lahan kosong peladangan yang berada di perbatasan Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat  2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Saat 2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Regional
7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

Regional
Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Regional
Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Regional
Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Regional
Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Regional
Siasat Pemkot Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

Siasat Pemkot Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

Regional
Dituding Terima Suap Rp 2 Miliar oleh KPK, Plt Bupati Muara Enim Sebut Fitnah dan Ancam Laporkan

Dituding Terima Suap Rp 2 Miliar oleh KPK, Plt Bupati Muara Enim Sebut Fitnah dan Ancam Laporkan

Regional
Dijaga Ketat TNI-Polri, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Malang Berakhir Damai

Dijaga Ketat TNI-Polri, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Malang Berakhir Damai

Regional
Mulai Beroperasi, Alat PCR Bantuan Pondok Gontor Mampu Diagnosa 90 Spesimen Covid-19 Dalam Sehari

Mulai Beroperasi, Alat PCR Bantuan Pondok Gontor Mampu Diagnosa 90 Spesimen Covid-19 Dalam Sehari

Regional
Polisi Sebut Ambulans Tak Boleh Angkut Barang Seserahan Pernikahan

Polisi Sebut Ambulans Tak Boleh Angkut Barang Seserahan Pernikahan

Regional
6 Pemulung Positif Covid-19, Satu Orang Melarikan Diri dan Masih Berkeliaran

6 Pemulung Positif Covid-19, Satu Orang Melarikan Diri dan Masih Berkeliaran

Regional
4 Oknum Satpol PP yang Rampas Uang Pengemis Ditangkap Polisi

4 Oknum Satpol PP yang Rampas Uang Pengemis Ditangkap Polisi

Regional
Kronologi Pemulung Positif Covid-19 Kabur Saat Hendak Dikarantina Satgas Kota Ambon

Kronologi Pemulung Positif Covid-19 Kabur Saat Hendak Dikarantina Satgas Kota Ambon

Regional
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bima Ricuh, 2 Polisi Terluka, 8 Mahasiswa Ditangkap

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bima Ricuh, 2 Polisi Terluka, 8 Mahasiswa Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X