Hotspot di Riau Meningkat Tajam, 43 Titik Panas Terdeteksi di 4 Daerah

Kompas.com - 27/02/2020, 15:01 WIB
Ilustrasi Kebakaran Hutan. ShutterstockIlustrasi Kebakaran Hutan.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Hotspot atau titik panas semakin hari semakin bertambah di wilayah Provinsi Riau sejak cuaca panas beberapa terakhir.

Data yang diperoleh Kompas.com dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, hotspot pagi  ini meningkat tajam yang terpantau 43 titik, Kamis (27/2/2020).

Baca juga: Kementerian LHK Sebut Sebaran Hotspot di Area Karhutla Menurun

Jika dibandingkan dengan data Rabu (26/2/2020) sore, hotspot hanya terdeteksi 6 titik.

"Untuk pagi ini jam 07.00 WIB, jumlah hotspot di Riau 43 titik," sebut Prakirawan BMKG Pekanbaru Putri Santy Siregar kepada Kompas.com, Kamis.

Putri mengatakan, 43 titik panas itu tersebar di empat kabupaten, terdiri dari Kabupaten Kepulauan Meranti 24 titik  Kota Dumai 13 titik, Pelalawan 2 titik dan Kabupaten Bengkalis 4 titik.

Dari jumlah tersebut, kata dia, level confidence di atas 70 persen atau diyakini titik api terpantau di Kepulauan Meranti dan Kota Dumai sebanyak 30 titik.

Sebagaimana diketahui, dua wilayah itu sedang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk Kabupaten Bengkalis.

"Confidence di atas 70 persen 30 titik. Kepulauan Meranti 19 titik, dan Kota Dumai 11 titik," sebut Putri.

Baca juga: BMKG: Ada 221 Titik Hotspot di Kaltim, Terbanyak di Kabupaten Berau

Sementara itu, dia menambahkan, pantauan cuaca di Riau hari ini mulai dari pagi hingga malam cerah berawan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Regional
Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Regional
Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

Regional
Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Regional
Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Regional
Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Regional
Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Regional
Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Regional
Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Regional
Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Regional
Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Regional
Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X