Berkas Kasus Penggelapan Uang Nasabah Bank Jatim Pamekasan Dilengkapi, Tunggu Keputusan Kejari

Kompas.com - 26/02/2020, 20:51 WIB
Kasus dugaan penggelapan uang nasabah Vank Jatim Pamekasan sebesar Rp 2,7 miliar mulai dilanjutkan lagi. Kekurangan berkas penyidik Polres Pamekasan sudah dilengkapi. Bahkan berkasnya sudah diserahkan kembali ke Kejari Pamekasan. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANKasus dugaan penggelapan uang nasabah Vank Jatim Pamekasan sebesar Rp 2,7 miliar mulai dilanjutkan lagi. Kekurangan berkas penyidik Polres Pamekasan sudah dilengkapi. Bahkan berkasnya sudah diserahkan kembali ke Kejari Pamekasan.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Pamekasan telah mengembalikan berkas perbaikan kasus penggelapan uang nasabah Bank Jatim Unit Keppo, Kecamatan Galis, ke Kejaksaan Negeri Pamekasan pada Senin (24/2/2020).

Kepala Satreskrim Polres Pamekasan, Iptu Andre Setya Putra menjelaskan, berkas itu telah dilengkapi. Polres Pamekasan telah mencocokkan hasil audit dari auditor Bank Jatim dengan hasil penyelidikan.

"Ada kekurangan dalam berkas dan sudah kami penuhi terkait dengan audit dari Bank Jatim. Kami tinggal menunggu apakah sudah P21 atau belum," ujar Andre Setya Putra saat dihubungi, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Digunduli dan Pakai Baju Tahanan, 3 Tersangka Susur Sungai Sempor Ingin Sama Seperti Tahanan Lain

Menurut Andre, penyidik sudah mengonfrontasi hasil audit bank dengan keterangan beberapa saksi dan tersangka.

Ia berharap berkas tersebut tak dikembalikan lagi oleh Kejaksaan Negeri Pamekasan, sehingga kasus ini segera disidangkan.

Kepala Kejari Pamekasan, Teuku Rahmatsyah membenarkan pengembalian berkas tersebut. TIm jaksa peneliti perkara sudah memeriksa berkas tersebut.

"Berkas sudah selesai dikaji. Bagaimana sikap kami dengan berkas tersebut, minggu depan baru akan kami putuskan," kata Teuku Rahmatsyah.

Diberitakan sebelumnya, Polres Pamekasan telah menetapkan Kepala Bank unit Keppo, Kecamatan Galis bernama Ani Fatini sebagai tersangka dalam kasus ini. Ani kini mendekam di Lapas Kelas II A Pamekasan.

Baca juga: Penganiaya Siswa SMA Taruna Palembang hingga Tewas Divonis 7 Tahun Penjara, Ibu Korban pun Tak Kuasa...

Dugaan kerugian atas kasus ini mencapai Rp 2,7 miliar. Uang yang digelapkan oleh tersangka di antaranya adalah Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Galis.

Jumlah uang yang digelapkan di masing-masing desa beragam, mulai dari Rp 30 juta sampai Rp 50 juta. Penggelapan dilakukan secara bertahap sejak awal 2019. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X