Kematian 2 Pendaki Asal Jambi di Gunung Dempo Janggal, Keluarga Lapor Polisi

Kompas.com - 16/01/2020, 21:55 WIB
Proses pencarian dua pendaki asal Jambi yang hlang di Gunung Dempo, kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Setelah 10 hari pencarian, tim SAR akhirnya memutuskan menghentikan aktifitas pencarian. DOK.HUMAS BASARNAS PALEMBANGProses pencarian dua pendaki asal Jambi yang hlang di Gunung Dempo, kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Setelah 10 hari pencarian, tim SAR akhirnya memutuskan menghentikan aktifitas pencarian.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kematian dua pendaki asal Muaro Jambi, yakni M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26) yang ditemukan tewas di bibir kawah gunung Dempo kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Sabtu (2/11/2019) lalu menimbulkan tanda tanya.

Sebab, pihak keluarga korban menduga, kematian adik dan kakak ipar tersebut bukanlah akibat kecelakaan saat waktu pendakian, melainkan adanya aksi kriminal yang menimpa kedua korban.

Baca juga: Jenazah 2 Pendaki Asal Jambi yang Jatuh ke Bibir Kawah Gunung Dempo Dievakuasi

Hal tersebut diungkapkan oleh Hasnah (46) ibu kandung dari Fikri saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (16/1/2020).

Hasnah mengatakan, mereka sebelumnya membuat laporan ke hilangan ke Polres Pagaralam lantaran Jumadi dan Fikri tak bisa dihubungi usai pamit dari rumah untuk melakukan pendakian ke Gunung Dempo.

Baca juga: Fakta 2 Jenazah Pendaki Asal Jambi yang Hilang di Gunung Dempo, Berhasil Dievakuasi hingga Polisi Sempat Minta Diotopsi

 

Barang milik dua pendaki hilang

 

Setelah dari laporan tersebut, tim gabungan SAR serta kelompok pecinta alam langsung melakukan pencarian hingga keduanya ditemukan dalam kondisi tewas.

Namun, menurut Hasnah, seluruh barang milik Jumadi maupun Fikri tak ditemukan di kawasan Gunung Dempo, seperti keril, tenda dan dua unit handphone milik korban.

Baca juga: Suryanto Tinggal 22 Tahun di Gunung Dempo, Tak Pernah Diganggu Harimau

"Hari Rabu 20 November, ada temannya Fikri memberi tahu kalau WA (WhatsApp) Fikri sempat aktif, karena WA ini terkirim pada 9 November. Berartikan HP-nya aktif 9 November, terus saya lihat WA di HP saya juga, ternyata benar tanggal 9 November sempat terkirim WA itu," kata Hasnah.

Akibat kejanggalan tersebut, Hasnah mencoba untuk meminta tolong ke keluarganya yang bertugas di Polres Muara Bungo, Jambi untuk melacak handphone milik anak dan menantunya tersebut.

Baca juga: Jejak Harimau di Kawasan Gunung Dempo kembali Muncul, Warga Pagaralam Resah

 

HP Fikri terlacak di Lahat

Hasilnya, handphone Fikri sempat terlacak berada di kawasan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Kamis 21 November Hasnah bersama keluarganya langsung ke Pagaralam, membawa bukti terlacaknya handphone Fikri ke pihak kepolisian setempat.

Kemudian, pada Jumat 22 November 2019 pihak keluarga akhirnya membuat laporan atas kehilangan barang-barang milik anak dan menantunya tersebut.

Baca juga: Satu Jenazah Pendaki Asal Jambi Dievakuasi dari Kawah Gunung Dempo

Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian sempat menemukan pemilik handpone tersebut.

Namun, dari hasil pemeriksaan handphone itu disebut penyidik bukanlah milik Fikri.

"Penyidik mengatkan  itu salah HP. Saya terima, mungkin polisi sini salah. Padahal satu handphone kan hanya memiliki satu IMEI," ujarnya.

Baca juga: Fakta 2 Mayat Diduga Pendaki Asal Jambi yang Hilang di Gunung Dempo, Ditemukan Wanadri hingga Proses Evakuasi Sulit

 

Tim evakuasi juga merasa janggal

Kejanggalan kematian Jumadi dan Fikri pun disebut Hasnah sempat disampaikan oleh tim evakuasi dari Wanadri yang ketika itu menemukan anaknya.

Sebab dalam analisis mereka, kondisi jurang jatuhnya kedua korban bukan trek yang terjal.

"Kan dia meninggal di gunung, katanya jatuh 300 meter, tapi kok bisa jatuh berdua sekaligus, jarak jatuh mereka itu berdekatan," kata salah satu anggota tim.

Baca juga: Mayat Diduga Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Tim SAR Akan Segera Evakuasi

"Kalau mereka jatuh, baju mereka kok nggak ada yang robek, kalau memang jatuh, barang-barang mereka ke mana?"

"Dari Wanadri sudah mengatakan juga ada kejanggalan, besar kemungkinan mereka jatuh itu sangat kecil. Karena jalurnya tidak ekstrem begitu."

Baca juga: Antisipasi Serangan Harimau, Wisatawan Gunung Dempo Dilarang Berkemah Malam

 

Keluarga sempat tolak otopsi

Pihak keluarga pun beralasan, mereka menolak untuk dilakukan otopsi, karena kondisi kedua korban sudah membusuk.

Sehingga diputuskan segera di bawa ke Jambi untuk dilakukan pemakaman.

"Untuk otopsi itu mendatangkan tim forensik dari Palembang. Sebagai seorang ibu saya tidak tega anak saya dibedah-bedah lagi," kata Hasnah. 

Baca juga: Mengungkap Fakta Kematian Mantan Istri Sule, Polisi Periksa 11 Saksi hingga Tunggu Hasil Otopsi

"Kondisinya waktu itu tubuhnya patah-patah. Hasil visum ada," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara mengatakan, mereka belum bisa berspekulasi soal adanya dugaan pembunuhan yang menimpa Jumadi dan Fikri.

Baca juga: Ada Jahitan Panjang di Jasad TKI Bruno Kehi, Keluarga Minta Otopsi Ulang

 

Polisi terima laporan kehilangan barang

 

Saat ini, petugas kepolisian hanya menerima laporan sebatas kehilangan barang milik kedua korban.

"Sekarang masih dilakukan penyelidikan, karena kita hanya menerima laporan kehilangan barang saja," kata Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara.. 

"Dugaan pembunuhan belum mengarah, kita hanya menerima laporan kehilangan," ujar Dolly.

Baca juga: Kisah di Balik Perjalanan Lilik Naik Motor Jambi-Arab Saudi, Demi Undangan Haji Sang Ibu

Dugaan barang korban dicuri pun belum bisa dipastikan polisi karena masih dilakukan penyelidikan. 

"Belum tentu barangnya hilang di sana (gunung), kalau saya pribadi sih, bisa saja barangnya hilang di rumah sakit. Ini juga masih didalami dulu."

Baca juga: Pekerja Tewas di Penambangan Emas Ilegal Sempat Diminta Tak Berangkat ke Jambi

 

Tim SAR sempat menyerah lakukan pencarian

Diberitakan sebelumnya, kedua pendaki asal Jambi itu dikabarkan Berangkat ke Kota Pagaralam pada (13/10/2019) kemarin.

Mereka sempat mengontak  keluarganya pada (15/10/2019) dan memberitahukan kabar jika mereka berada di lereng Gunung Dempo sebelum menuju ke Puncak.

Namun, setelah itu handphone korban tak lagi bisa dihubungi hingga akhirnya dilakukan pencarian.

Baca juga: Tim SAR Temukan Satu Pendaki yang Hilang di Gunung Dempo

 

Dalam proses evakuasi tim gabungan menemukan barang milik korban berupa sandal serta pakaian dan tracking pole yang tercecer di pelataran gunung Dempo pada Rabu (23/10/2019).

Satu pekan pencarian dilakukan, SAR gabungan akhirnya menutup operasi pencarian pada (31/10/2019).

Namun, tim dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (Wanadri) tetap melakukan pencarian dan menemukan mayat pertama pada pukul 17.30 WIB, Sabtu (2/11/2019) yang ternyata Fikri.

 

Tak jauh dari penemuan pertama, mereka juga menemukan Jumadi di lokasi yang sama.

Baca juga: Gunung Dempo di Sumatera Selatan Alami Fenomena Embun Beku



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Regional
Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Regional
Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Regional
Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Regional
Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Regional
Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Regional
Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Regional
Gegara Kata 'Nyawiji', Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Gegara Kata "Nyawiji", Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Regional
Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Regional
Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X