Ada Jahitan Panjang di Jasad TKI Bruno Kehi, Keluarga Minta Otopsi Ulang

Kompas.com - 10/01/2020, 14:05 WIB
Sejumlah anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendatangi Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT, Kamis, (9/1/2020). KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERESejumlah anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendatangi Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT, Kamis, (9/1/2020).


KUPANG, KOMPAS.com - Sejumlah anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendatangi Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT, Kamis, (9/1/2020)

Kedatangan Komisi II DPRD Belu itu, untuk melakukan koordinasi atas kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Yanuarius Bruno Kehi yang dianggap tidak wajar.

Yanuarius Bruno Kehi, TKI asal Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, meninggal akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Malaysia, Kamis (19/12/2019).

Jenazah Bruno tiba kampung halamannya 23 Desember dan telah dimakamkan 28 Desember 2019 kemarin.

Baca juga: Usut Kasus Penyekapan TKI di Malaysia, Polda NTT Utus Polisi yang Pernah Lawan Atasannya

Namun, kematiannya meninggalkan tanda tanya di pihak keluarga, karena di bagian dada terdapat jahitan panjang.

Keluarga menduga, kematian Bruno tidak wajar dan meminta dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematiannya.

Keluarga Yanuarius, kemudian mengadukan hal itu ke DPRD Kabupaten Belu.

Ketua komisi II DPRD Kabupaten Belu Theodorus F Seran Tefa kepada Kompas.com, mengaku tujuan mereka ke Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT untuk berkoordinasi terkait rencana otopsi jenazah Bruno.

"Kami ke Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT, untuk memastikan bahwa ada respons pemerintah provinsi dan pihak terkait rencana otopsi ulang jenazah Bruno," ungkap Theodorus.

Tujuan otopsi itu, lanjut Theodorus, agar bisa diketahui apakah ada organ tubuh Bruno yang hilang atau tidak.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X