Mengungkap Fakta Kematian Mantan Istri Sule, Polisi Periksa 11 Saksi hingga Tunggu Hasil Otopsi

Kompas.com - 13/01/2020, 16:14 WIB
Pemakaman ulang mendiang Lina Jubaedah, mantan istri Sule, di TPU Nagrog, Ujungberung, Kota Bamdung, Kamis (9/1/2020). Tribunjabar.id/Ery ChandraPemakaman ulang mendiang Lina Jubaedah, mantan istri Sule, di TPU Nagrog, Ujungberung, Kota Bamdung, Kamis (9/1/2020).

KOMPAS.com - Polisi sudah merampungkan pemeriksaan terhadap suami Lina Jubaedah, Tedi Pardriyana atas dugaan kejanggalan meninggalnya mantan istri Sule tersebut, Tedy sendiri dimintai keterangan polisi secara tiga hari berturut-turut.

Tak hanya Tedi yang dimintai keterangan atas kematian Lina, polisi juga meminta keterangan 11 saksi terkait kematian Lina.

Pemeriksaan tersebut, merupakan tindak lanjut dari laporan Rizky Febian perihal dugaan kejanggalan kematian ibundanya.

Dengan diperiksanya 11 saksi tersebut, maka untuk pemeriksaan sementara dihentikan.

Meski begitu, polisi tak menutup kemungkinan akan meminta keterangan jika ada informasi lain yang dibutuhkan.

Saat ini polisi tengah menunggu hasil otopsi guna mengetahui penyebab kematian mantan istri komedian Sule tersebut.

Berikut ini fakta kematian mantan istri Sule yang Kompas.com rangkum:

Polisi rampungkan pemeriksaan pada Tedi

Tedi Padriyana, suami mendiang Lina Jubaedah tengah diwawancara awak media usai dimintai keterangan oleh pihak kepolisian di Mapolrestabes Bandung, Jumat (10/1/2020).KOMPAS.COM/AGIE PERMADI Tedi Padriyana, suami mendiang Lina Jubaedah tengah diwawancara awak media usai dimintai keterangan oleh pihak kepolisian di Mapolrestabes Bandung, Jumat (10/1/2020).

Dikutip dari TribunJabar.id, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung sudah merampungkan pemeriksaan terhadap Tedi.

"Penyidik bilang pemeriksaan pada Tedi sudah cukup," ujarnya via ponselnya, Minggu (12/1/2020).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

Regional
Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Regional
Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Regional
Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X