Suryanto Tinggal 22 Tahun di Gunung Dempo, Tak Pernah Diganggu Harimau

Kompas.com - 23/12/2019, 18:51 WIB
Suryanto (48) ketua RT 11 RW 05 Kampung IV, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRASuryanto (48) ketua RT 11 RW 05 Kampung IV, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam.

PAGARALAM, KOMPAS.com- Kaki Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatera Selatan, merupakan salah satu lokasi terjadinya serangan harimau

Irfan, seorang pendaki yang sedang berkemah di Gunung Dempo pada Sabtu (16/11/2019), mengalami luka robek setelah diserang hewan liar itu.

Namun, serangan harimau disebut Suryanto (48), baru kali ini terjadi.

Suryanto yang merupakan Ketua RT 11 RW 05 Kampung IV, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, sudah 22 tahun tinggal di kaki Gunung Dempo.

Selama bertahun-tahun itu, Suryanto sering keluar masuk ke dalam kawasan gunung Dempo.

Dalam rentang waktu itu, tidak pernah harimau menyerang Suryantu.

"Baru kali ini kejadian begini, selama saya di sini tidak pernah ada masalah," kata Suryanto kepada Kompas.com, Senin (23/12/2019).

Baca juga: Makam Dibongkar, Petani yang Diduga Diterkam Harimau Jalani Otopsi

Suryanto bahkan tahu di dalam hutan Gunung Dempo ada satu ekor harimau dan satu ekor macan tutul yang tinggal tidak berjauhan.

"Selama ini mereka tidak pernah mengganggu, hanya lewat saja. Warga disini juga sudah tahu," ujarnya.

Pada 2016, Suryanto sempat bertemu seekor harimau yang sedang memangsa babi. Saat itu, dia sedang berada di atas pohon untuk mencari benalu.

"Ukuran harimaunya saat itu kira-kira dewasa. Saya hanya berdiam di atas pohon, setelah harimau itu lari baru saya turun. Kami mempunyai tradisi untuk menghormati harimau di sini," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Petani Tewas Diterkam Harimau di Lahat: Jadi Korban Ke-4, Ditemukan Tak Utuh

Hal senada juga diungkapkan Budiono (57) Ketua Adat Desa Benawa Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam.

Warga sekitar Gunung Dempo punya tradisi untuk menghormati harimau yang mereka sebut sebagai 'Nek Ngau' dan 'Setue'.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X