Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Kompas.com - 23/10/2019, 20:45 WIB
Para akademisi/peneliti dari berbagai universitas dan lembaga di Indonesia foto bersama usai mengikuti Musyawarah Nasional Asosiasi Tradisi Lisan di Hotel Harper, Makassar, Rabu (23/10/2019). KOMPAS/ SUSI IVVATYPara akademisi/peneliti dari berbagai universitas dan lembaga di Indonesia foto bersama usai mengikuti Musyawarah Nasional Asosiasi Tradisi Lisan di Hotel Harper, Makassar, Rabu (23/10/2019).
Penulis Susi Ivvaty
|

Rusjdi Ali dari ATL Aceh menekankan adanya upaya sinergis antara ulama dan pelaku tradisi agar tidak saling mempertentangkan. Misalnya, penyelenggaraan wayang tetap ada namun tidak lagi semalam suntuk, dan hanya satu jam atau tiga jam.

Menari di panggung diperbolehkan, namun perempuan semua atau laki-laki semua (tidak dicampur dalam satu tarian bersama).

"Ada usaha memperdekat antara pelaku tradisi dan ulama," kata Ali.

Menurut peneliti LIPI Ninuk Kleden, upaya menjembatani agama dengan tradisi harus dilakukan oleh semua daerah dan perlu untuk dipikirkan bersama.

Ia mencontohkan, tradisi Mamanda di Kalimantan yang makin hilang karena banyaknya pengajian.

Di daerah tertentu, Teater Mamanda dilarang tampil jika ada pengajian, dan karena pengajiannya terus-menerus akhirnya Mamanda pun perlahan hilang.

Tradisi Rudat di Lombok juga makin hilang karena banyak seniman tidak mau lagi pentas setelah selesai menjadi tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi. Banyak lagi contoh yang lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Achadiati Ikram menekankan pada sastra lisan sebagai ungkapan dari segala seni yang dirasakan oleh kita sebagai sebuah bangsa.

Tradisi adalah jiwa asli yang menjadi persona bangsa kita. Ia mengucap salut kepada ATL yang bisa merawat tradisi hingga 26 tahun dan masih terus berjalan.

Baca juga: Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Banyak tantangan, dan semua pihak merasa terpanggil untuk menjaga tradisi warisan bangsa.

Di Sumatera Utara, misalnya, para pelaku tradisi menghidupkan lagi tradisi yang makin dilupakan.

Ketua ATL Sumut dari Universitas Sumatera Utara, Robert Sibarani mengatakan, beberapa tradisi seperti ritual menggali tanah untuk irigasi, dihidupkan lagi dan menjadi sakral kembali.

"Yang bisa dilakukan oleh kami adalah mengingatkan memori kolektif sehingga masyarakat kembali masuk ke dalam tradisi," kata Robert.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.