Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Kompas.com - 15/10/2019, 09:06 WIB
Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto tengah menanyai dua pelaku pembunuhan seorang pria yang berprofesi sebagai debt collector yang mayatnya dibuang di tebing jurang di wilayah Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto tengah menanyai dua pelaku pembunuhan seorang pria yang berprofesi sebagai debt collector yang mayatnya dibuang di tebing jurang di wilayah Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat.

CIANJUR, KOMPAS.com – ANA alias Ahek (51), tersangka pembunuhan Jenal Aritonang (42), seorang debt collector asal Kota Cimahi, Jawa Barat, mengaku sempat berniat mengguna-gunai korban dengan ilmu hitam.

Ditanya polisi dihadapan wartawan, Ahek mengatakan niat ingin mencelakai hingga membunuh korban dengan cara santet itu didorong rasa kesal dan sakit hati terhadap korban.

“Saya punya utang sama dia. Awalnya baik-baik (cara korban menagih). Namun, semakin ke sini makin kasar nagihnya, jadinya saya emosi,” kata Ahek di halaman Mapolres Cianjur, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Kasus Pembunuhan Debt Collector, Pelaku Mengaku Kerap Ditantang Duel oleh Korban

Ahek lantas meminta bantuan rekannya, CK alias Maung (42) agar mencarikan seorang dukun yang bisa menyantet korban.

“Niatnya saya mau pakai magic, tapi waktu itu dia datang ke rumah marah-marah, jadi saya spontan saja (membunuh korban),” ujar dia.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi persoalan utang piutang.

Tersangka yang berutang Rp 150 juta mengaku kesal dan sakit hati karena korban menagih utang dengan nada emosi atau marah-marah.

“Pengakuan tersangka, korban juga kerap menantangnya untuk berduel. Jika menang utangnya dianggap lunas,” kata Juang.

Tersangka CK yang dimintai tolong sempat dijanjikan akan diberi upah sebesar Rp 10 juta jika sukses melaksanakan tugasnya.

Namun, rencana tersebut urung dilakukan karena korban dibunuh Ahek dan Maung dengan menggunakan balok kayu saat korban mendatangi rumah tersangka Ahek untuk kembali menagih utang.

“Setelah korban dihabisi kemudian dimasukkan ke dalam mobil untuk dibuang di suatu tempat. Sempat berputar-putar di sekitar Cililin, Gunung Halu Bandung hingga sampai ke wilayah Kecamatan Sukanagara, Cianjur. Di sana jenazah korban lantas dibuang ke jurang,” ujar dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

19 Tenaga Medisnya Positif Corona, RSUD IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

19 Tenaga Medisnya Positif Corona, RSUD IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

Regional
Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Regional
3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

Regional
Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Regional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Regional
Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Regional
Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Regional
Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Regional
Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Regional
19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

Regional
Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Regional
Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Regional
18 Staf Puskesmas Banyu Urip Surabaya Terjangkit Corona, 2 di Antaranya Bidan Hamil

18 Staf Puskesmas Banyu Urip Surabaya Terjangkit Corona, 2 di Antaranya Bidan Hamil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X