Menteri LHK Sebut Karhutla di Taman Nasional Tesso Nilo Sudah Parah

Kompas.com - 14/08/2019, 06:47 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat meninjau karhutla bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (13/8/2019). IDONMenteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat meninjau karhutla bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (13/8/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar meninjau kondisi kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Riau, Selasa (13/8/2019).

Salah satu yang ditinjau adalah karhutla di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan, Provinsi Riau.  

Menteri LHK meninjau karhutla di Riau bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo.

Setelah peninjauan menggunakan helikopter, Menteri LHK menyebut kebakaran di kawasan TNTN sudah cukup parah.

Baca juga: Ditemukan Satu Titik Api di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Riau

"Hari ini kita meninjau lapangan (karhutla) mulai dari Pelalawan, Pekanbaru masuk dari selatan ke arah timur. Kami juga terbang (dengan helikopter) di atas Taman Nasional Tesso Nilo. Cukup parah (terbakar), keliatan sudah mulai masuk ke bagian tengah (hutan)," kata Siti Nurbaya saat diwawancarai wartawan, Selasa.

Ada kebun sawit

Menurutnya, kondisi titik api di kawasan TNTN tidak terlalu besar, tapi merata yang mengeluarkan asap cukup banyak. Di lokasi kebakaran sebagian besar sudah ditanami sawit.

"Di situ hampir seluruhnya hampir kebun sawit, nanti kita akan cek (siapa pemiliknya). Tadi sudah saya foto. Dari situ ntar keliatan apakah itu sawit yang dianggap bermasalah ataukah kebun seperti apa," terang Siti.

Tapi pada prinsipnya, sambug dia, dari sisi kekuatan hukum atau dasar hukum atau penegakan hukum, itu instrumen-instrumennya sudah, baik itu adminitrasi maupun perdata dan bahkan pidana.

Baca juga: BNPB: Asap Karhutla sampai ke Serawak, Malaysia

"Kemarin Pak Gubernur Riau (Syamsuar) melaporkan bahwa sudah ada 29 yang diproses hukum pelaku karhutla. Satu diantanya corporate (perusahaan)," kata Siti Nurbaya.

Sedangkan dari Kementerian LHK sendiri, sebut dia, mungkin dalam dua hari ke depan ada enam atau tujuh (perusahaan) yang akan diperiksa ke lokasi karhutla.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Regional
6 Penyelam Marinir Dikerahkan Cari WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon

6 Penyelam Marinir Dikerahkan Cari WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia oleh 2 Pelajar, Berawal dari Bau Busuk

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia oleh 2 Pelajar, Berawal dari Bau Busuk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X