Fakta di Balik Wakil Bupati SBB Laporkan 4 Orang, Merasa Dirugikan hingga Bersedia Cabut Laporan

Kompas.com - 13/07/2019, 09:00 WIB
Ilustrasi minta maaf WebmaIlustrasi minta maaf

“Soal tindak lanjut, saat ini kita masih tunggu disposisi. Kita meminta proses hukum berjalan dengan transparan agar ada efek jera,” katanya.

Dia pun mengingatkan kepada semua pihak agar sebaiknya lebih berhati-hati dalam menyampaikan kebohongan di publik karena hal tersebut memiliki konsekuensi hukum.

“Jadi kami ingin ada efek jera,” katanya.

Baca juga: Kadiv Humas Polri: Harus Ada Efek Jera bagi Penyebar Berita Bohong

4. Bersedia cabut laporan

Kuasa hukum Timotius, Alverd Tutupary mengatakan, kliennya bersedia membuka ruang untuk menyelesaikan masalah tersebut di luar jalur hukum, jika keempat terlapor mau membuka komunikasi untuk berdamai.

“Kita punya klien juga membuka pintu damai jika keempat terlapor mau meminta maaf,” kata Alverd kepada Kompas.com saat dikonfirmasi, Jumat (12/7/2019).

Menurut Alverd, saat ini pihaknya masih terus mengawal penanganan kasus tersebut di Polda Maluku. Namun, jika keempat terlapor bersedia membuka jalur komunikasi untuk meminta maaf dan berdamai di luar proses hukum, maka akan diterima.

“Klien kami sangat welcome. Intinya kalau sudah meminta maaf dan berdamai di luar jalur hukum, maka laporannya bisa dicabut,” kata Alverd.

Baca juga: Wakil Bupati SBB Bersedia Cabut Laporan Polisi jika 4 Terlapor Lakukan Hal Ini

Sumber: KOMPAS.com (Rahmat Rahman Patty)

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X