Kadiv Humas Polri: Harus Ada Efek Jera bagi Penyebar Berita Bohong

Kompas.com - 14/05/2019, 06:38 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal usai menghadiri seminar Milenial Anti Hoax di Kampus Universitas Indonesia, Senin (4/2/2019). KOMPAS.com/ARDITO RAMADHAN PKadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal usai menghadiri seminar Milenial Anti Hoax di Kampus Universitas Indonesia, Senin (4/2/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M Iqbal mengatakan bahwa penangkapan yang dilakukan kepada para penyebar berita bohong ini semata-mata untuk memberikan efek jera bagi mereka dan tidak ditiru oleh masyarakat lainnya.

Dikatakan, Polisi telah melakukan langkah persuasif dalam menekan ujaran kebencian ataupun hoaks sudah sejak lama, melakukan kampanye itu sebelum dan memasuki kontestasi politik dilakukan sampai saat ini.

"Kita banyak melakukan pembinaan-pembinaan, terus kita lakukan kampanye di perguruan tinggi terus semua komunitas kami masuk tentunya bersama stake holder yang ada," katanya di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Penyebar Hoaks Pemilu 2019 di Batam

Namun polisi tak akan segan melakukan penegakan hukum bagi pelaku penyebar berita bohong dan ujaran kebencian dengan melakukan profiling terhadap pelaku untuk mencari motifnya.

Adapun penegakan hukum yang dilakukan kepolisian terhadap pelaku bukan semata-mata memberikan efek jera tapi juga menyelamatkan pelaku agar tidak terjerumus lebih dalam.

"Tapi bila kita profiling pelakunya sengaja menyebar berita bohong, fitnah, ujaran kebencian dan dilakukan berulang kali dan dilakukan dengan motif sengaja, ini negara hukum, harus ada efek jera sehingga yang lain tidak meniru-niru, sebenarnya semata-semata untuk menyelamatkan pelaku agar tak terjerumus lebih dalam. Kita tetap melakukan proses hukum tegas sesuai dengan fakta hukum," tegas Iqbal.

Baca juga: Di Medan, Dua Penyebar Hoaks Surat Suara Tercoblos Ditahan

Seperti halnya pelaku penyebar berita bohong di Cirebon, menurut Iqbal, dua alat bukti yang cukup bisa menetapkan tersangka terhadap pelaku.

"TNI dan Polri adalah dua garda terkuat dan terdepan untuk benteng NKRI, kami tidak boleh oleh karena ujaran yang sengaja memprovokasi, kami ada masalah, tidak, sampai sekarang tetap solid," katanya.

"Kan bisa dilihat pimpinan tertinggi kami bapak kapolri panglima TNI dan staff kita bergandengan tangan sampai ke bawah," katanya.

Baca juga: Mahasiswa Penyebar Hoaks Air Laut Naik di Sikka Minta Maaf

Iqbal pun merasakan soliditas Polri dan TNI ini ketika dirinya menjadi Wakapolda Jawa Timur.

"Mungkin ini fenomena media sosial yang sengaja menjadi sarana untuk memperkeruh situasi tapi sampai saat ini situasi kondisi seluruh Indonesia relatif dalam keadaan aman," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Regional
Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Regional
Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Regional
Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Regional
Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Regional
Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Regional
Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Regional
Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Regional
Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Regional
Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Regional
Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Regional
Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Regional
Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Regional
Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X