Tersangka Pencabulan Nikahi Korbannya yang Sedang Hamil

Kompas.com - 26/06/2019, 09:11 WIB
Prosesi ijab kabul tersangka pencabulan dengan korbannya di masjid Mako Polres Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019). Dok.Humas Polres MagelangProsesi ijab kabul tersangka pencabulan dengan korbannya di masjid Mako Polres Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com — Seorang tersangka kasus pencabulan, AJS (19), menikahi perempuan yang tidak lain korbannya sendiri, ES (17), di Masjid Al Mustaqqim, kompleks Mako Polres Magelang.

Proses ijab kabul berlangsung sederhana dipimpin oleh kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Selasa (25/6/2019).

Prosesi tersebut juga disaksikan oleh keluarga kedua mempelai serta beberapa petugas Polres Magelang.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Magelang Aiptu Esti Wulandari mengatakan, tersangka berurusan dengan polisi setelah diduga menjadi pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, warga Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Keluarga korban melaporkan tersangka beberapa waktu lalu karena tidak terima korban hamil. Dugaan pencabulan itu mulai dilakukan oleh tersangka sejak akhir November 2018 dan dilakukan berulang kali sebanyak tiga kali di tempat berbeda.

"Atas perbuatan tersebut, korban hamil, kemudian keluarga korban melaporkan AJS ke Polres Magelang," kata Esti, Selasa.

Baca juga: Cabuli 3 Siswi di Lab Sekolah dengan Dalih Suka Sama Suka, 3 Guru Diamankan

Sejak pelaporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan penyidikan hingga akhirnya menahan AJS di Rumah Tahanan Polres Magelang. Tidak berselang lama, tersangka dan korban mengajukan permohonan untuk melangsungkan pernikahan di Polres Magelang.

"Pihak keluarga kedua mempelai mengajukan permohonan melangsungkan pernikahan sehingga kami fasilitasi. Akan tetapi, proses hukum tetap berjalan dan tersangka AJS juga tetap harus kembali ke tahanan seusai menikah," kata Esti.

Baca juga: Guru Silat Cabuli Yunior, Korban Dibilang Beraura Negatif

Atas kasusnya itu tersangka dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 17/2016 tentang penetapan Perppu Nomor 01/2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Regional
Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Regional
Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Regional
Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Regional
Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Regional
Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X