Guru Silat Cabuli Yunior, Korban Dibilang Beraura Negatif

Kompas.com - 25/06/2019, 05:10 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

SRAGEN, KOMPAS.com — Guru silat yang mencabuli yunior yang baru berusia 15 tahun diburu Polres Sragen.

Guru silat tersebut bernama S yang sehari-hari bekerja sebagai satpam di SMA negeri di Sragen. Sementara korban berinisial FS.

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Harno mengatakan, kasus tersebut telah ditangani Polres Sragen.

"Pada 12 Juni 2019 korban bersama kedua orangtua dan saksi sudah melaporkan kejadian tersebut kepada kami," ujar Harno seperti dikutip dari Tribunjateng.com, Senin (24/6/2019).


Menurut pengakuan korban kepada tim penyidik Polres Sragen, pelaku sudah melakukan pencabulan ke korban sebanyak dua kali.

Baca juga: Ditendang Guru Silat Saat Latihan, Siswa SMA di Sumsel Tewas

Pencabulan dilakukan agar FS naik tingkat menjadi guru.

"Sebelum FS dapat mengajar, ia dipesani pelaku bahwa ia memiliki aura negatif sehingga harus dibuang terlebih dahulu," ujar Harno.

Dengan bujuk rayu tersebut, akhirnya sang korban menuruti perkataan S dan menyerahkan dirinya.

"Awalnya korban diberi segelas air bening oleh tersangka. Pengakuan sang korban setelah meminum air tersebut, korban merasa lemas," kata Harno.

Aura negatif

Setelah mencabuli, S mengatakan, aura negatif di tubuh korban belum sepenuhnya hilang.

Perbuatan bejat S terulang kedua kali saat korban dan pelaku hendak pergi ke luar kota.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X