Cabuli 3 Siswi di Lab Sekolah dengan Dalih Suka Sama Suka, 3 Guru Diamankan

Kompas.com - 25/06/2019, 12:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

SERANG, KOMPAS.com - Tiga oknum guru di Kabupaten Serang diamankan petugas Polres Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Ketiganya ditangkap dan sudah ditetapkan menjadi tersangka lantaran terbukti melakukan tindakan cabul terhadap tiga siswi.

Kapolres Kabupaten Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan kasus tersebut terungkap setelah salah satu korban melapor ke polisi.

"Cerita awal, sebutlah atas nama Bunga melapor dengan tersangka OH, dicabuli hingga hamil karena dibujuk rayu akan bertanggungjawab," kata Indra dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Korban Pencabulan Sopir, Loncat dari Minibus Saat Razia Kendaraan

Saat penyelidikan kasus yang dilaporkan Bunga, diketahuilah jika pelaku dan korban di sekolah tersebut tidak hanya OH dan Bunga saja, melainkan masih ada dua oknum guru dan dua korban siswi lain.

Hal tersebut diketahui berdasarkan pengakuan dua saksi yang merupakan teman dekat Bunga.

"Untuk keduanya, kan untuk pelaporan si Bunganya, awalnya kedua ini saksi untuk Bunga, si Mawar dan Melati lah kita bilang. Korban dua dan tiga. Ternyata mereka juga sama, mengaku dicabuli, oleh oknum guru atas nama DD, satu lagi atas nama AS," kata dia.

Tindakan bejat yang dilakukan oleh tiga oknum guru tersebut, kata Indra, dilakukan di sejumlah tempat di sekolah seperti di ruang guru hingga laboratorium komputer. Rentang waktunya terjadi sejak November 2018 hingga Maret 2019.

Baca juga: 20 Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pencabulan Dukun Palsu di Garut

Indra mengatakan, kendati modus operandi pencabulan guru terhadap siswi ini adalah berdasarkan suka sama suka, namun tindakan tersebut tidak dibenarkan, apalagi korban masih di bawah umur.

"Kalau kita dalami lagi, hubungannya walaupun seperti berpacaran, tapi ada bujuk rayu seperti beliin baju hingga akan dinikahi. Dan yang paling utama si guru ini tahu bahwa itu siswinya, dan sudah jelas siswinya empat belas tahun, harusnya sudah otomatis namanya guru harus membimbing dan mendidiknya, bukan sebaliknya," kata dia.

Atas perbuatannya ini, ketiga guru tersebut kini mendekam ditahan di Polres Kabupaten Serang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Mengenai statusnya sebagai guru, ketiganya juga sudah diberhentikan dari sekolah.

"Sudah jadi tersangka, yang jelas sudah diberhentikan, saya sudah perintahkan kepala sekolah untuk diberhentikan, kecuali untuk satu guru yang berstatus PNS, diberhentikan sementara sambil diproses di persidangan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Serang, Asep Nugraha Jaya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.070 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Lapangan Surabaya, Khofifah: Syukurlah, Nol Kematian

2.070 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Lapangan Surabaya, Khofifah: Syukurlah, Nol Kematian

Regional
Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Regional
Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Regional
Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Regional
Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Regional
Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Regional
Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Regional
Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron 'Cinta Fitri'

Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron "Cinta Fitri"

Regional
Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Regional
Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Regional
Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Regional
Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Regional
Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X