52 WNA Dideportasi dari Papua, Paling Banyak Warga PNG

Kompas.com - 25/05/2019, 15:25 WIB
Pos perbatasan negara Papua New Guinea.Hilda B Alexander/Kompas.com Pos perbatasan negara Papua New Guinea.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Selama 2019, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Papua telah mendeportasi 52 Warga Negara Asing (WNA) yang izin tinggalnya telah habis.

"Kebanyakan mereka berasal dari Negara tetangga, Papua Nugini (PNG). Kebanyakan warga PNG tersebut, masih memilih tinggal di Papua dengan izin tinggal yang sudah habis," ujar Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkum HAM Papua, Hermansyah Siregar, di Kota Jayapura, Sabtu (25/05/2019).

Baca juga: Prajurit Perbatasan RI-PNG Tertembak Temannya Sendiri

Diakuinya, dengan kondisi perbatasan Indonesia-PNG sepanjang 750 KM, masih banyak titik yang belum terpantau oleh aparat dan kerap digunakan warga kedua negara untuk melintas.

Hal itu juga yang membuat banyak transaksi ilegal, khususnya narkoba jenis Ganja, bisa masuk ke Indonesia.

"Banyak dari mereka (warga PNG) kita temukan tidak memiliki izin tinggal. Karena memang, selama ini kondisi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) kita belum bisa mengcover hal itu dengan baik, karena masih banyaknya jalan-jalan tikus," kata Hermansyah.

Baca juga: TNI Perbatasan RI-PNG Ajari Warga Boven Digoel Membuat Pupuk Costumbio

Hermansyah menjelaskan, selama ini banyak WNA yang tinggal secara ilegal ditangkap oleh aparat kepolisian dan kemudian diserahkan kepada pihak imigrasi.

Secara keseluruhan, ia menyebut jumlah WNA yang kini memiliki izin tinggal di Papua sekitar 1.300 orang.



Terkini Lainnya

9 PSK di Mojokerto Terjaring Razia, Salah Satunya Hamil 7 Bulan

9 PSK di Mojokerto Terjaring Razia, Salah Satunya Hamil 7 Bulan

Regional
Tanggapan Ridwan Kamil atas Pelecehan Remaja Penyandang Disabilitas oleh Oknum ASN Jabar

Tanggapan Ridwan Kamil atas Pelecehan Remaja Penyandang Disabilitas oleh Oknum ASN Jabar

Regional
Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Pulau Buru Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Pulau Buru Belum Ditemukan

Regional
 Jalur Dibuka, Pendaki Gunung Rinjani Didominasi Turis Asing

Jalur Dibuka, Pendaki Gunung Rinjani Didominasi Turis Asing

Regional
Oknum ASN di Jabar Lecehkan Remaja Wanita Penyandang Disabilitas

Oknum ASN di Jabar Lecehkan Remaja Wanita Penyandang Disabilitas

Regional
Gubernur NTT Optimistis Miras Sophia Bisa Bersaing dengan Miras Kelas Atas

Gubernur NTT Optimistis Miras Sophia Bisa Bersaing dengan Miras Kelas Atas

Regional
Hamili Anak Kandung hingga Melahirkan, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Hamili Anak Kandung hingga Melahirkan, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Regional
Ma'ruf Amin: Kemenangan 01 Masih Digantung

Ma'ruf Amin: Kemenangan 01 Masih Digantung

Regional
Nelayan yang Hilang Diseret Buaya Ditemukan Tewas Tanpa Tangan dan Kaki

Nelayan yang Hilang Diseret Buaya Ditemukan Tewas Tanpa Tangan dan Kaki

Regional
Diduga Korupsi Dana Dinkes, Mantan Plt Dirut RSUD Diperiksa Kejaksaan Parepare

Diduga Korupsi Dana Dinkes, Mantan Plt Dirut RSUD Diperiksa Kejaksaan Parepare

Regional
Sri Sultan: Kalau Turun dari Airport Diterima Tol, Yogyakarta Dapat Apa?

Sri Sultan: Kalau Turun dari Airport Diterima Tol, Yogyakarta Dapat Apa?

Regional
Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Ambruknya Jembatan Penghubung Sumsel-Lampung

Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Ambruknya Jembatan Penghubung Sumsel-Lampung

Regional
Diprotes Wali Murid, PPDB SMA 2019 Ditutup Sementara di Jatim

Diprotes Wali Murid, PPDB SMA 2019 Ditutup Sementara di Jatim

Regional
Seorang Warga Hilang di Sungai Saat Merakit Kayu, Diduga Diserang Buaya

Seorang Warga Hilang di Sungai Saat Merakit Kayu, Diduga Diserang Buaya

Regional
6 Fakta Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan, Sri Sultan Pungut Sampah hingga Steril Selama 15 Jam

6 Fakta Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan, Sri Sultan Pungut Sampah hingga Steril Selama 15 Jam

Regional

Close Ads X