Kelompok Baju Hitam Anarko, Perusuh yang Muncul di Bandung hingga Makassar

Kompas.com - 02/05/2019, 10:40 WIB
Ilustrasi WWW.PEXELS.COMIlustrasi

KOMPAS.com - A (17), diduga salah satu anggota gerombolan Anarko, mengaku hanya ikut-ikutan membuat kerusuhan saat peringatan Hari Buruh atau May Day di Bandung, pada hari Rabu (1/5/2019).

A mengaku mendapat informasi dari media sosial agar datang ke Bandung untuk demo. Namun, A justru diarahkan berbuat kerusuhan. Polisi akhirnya mengungkap identitas kelompok itu adalah Anarko.

Pada hari yang sama, kelompok serupa juga melakukan aksi anarkis di dua kota lainnya, yaitu Makassar dan Malang.


Di Makassar gerombolan perusuh berbaju hitam merusak gerai McDonald's.

Sementara di Kota Malang, kelompok tersebut melakukan aksi vandalisme di Jembatan Kahuripan yang merupakan cagar budaya.

Berikut ini fakta lengkap aksi anarkis kelompok Anarko:

1. Pengakuan salah satu pelaku kerusuhan di Bandung

Sejumlah pemuda anggota kelompok baju hitam yang mengatasnamakan Anarko menaiki mobil Dalmas untuk dibawa ke Mako Brimob Polda Jabar, Sumedang, Rabu (1/5/2019). Mereka diamankan polisi setelah membuat keributan di sela peringatan May Day di Bandung. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Sejumlah pemuda anggota kelompok baju hitam yang mengatasnamakan Anarko menaiki mobil Dalmas untuk dibawa ke Mako Brimob Polda Jabar, Sumedang, Rabu (1/5/2019). Mereka diamankan polisi setelah membuat keributan di sela peringatan May Day di Bandung.

Gerombolan perusuh berbaju serba hitam saat May Day digelandang ke Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (1/5/2019).

Para pemuda itu kemudian digunduli dan dikumpulkan di lapangan. Beberapa di antaranya perempuan dan anak di bawah umur.

Berdasar pantauan Kompas.com, hingga pukul 17.40 WIB, aparat kepolisian melakukan pendataan. Sambil didata, mereka diberi makanan berupa nasi bungkus dan air mineral.

Salah satu anggota Anarko, A, mengaku mendapat informasi dari Instagram untuk datang ke Bandung dan melakukan demo.

"Informasinya dari Instagram, ya udah ke Bandung ikut-ikutan," kata A, yang datang ke Bandung bersama tiga rekannya.

Namun, dirinya tidak tahu menahu mengapa aksi demo berubah menjadi kerusuhan.

"Tahunya ikut demo gitu, tapi ternyata enggak," kata ucapnya.

Baca Juga: Diamankan Polisi, Ini Pengakuan Anggota Kelompok Baju Hitam dari Subang

2. Sebanyak 619 perusuh diamankan polisi di Bandung

Ratusan anak muda dalam kelompok berbaju hitam diamankan aparat Polrestabes Bandung di tengah perayaan May Day di Bandung, Rabu (1/5/2019).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Ratusan anak muda dalam kelompok berbaju hitam diamankan aparat Polrestabes Bandung di tengah perayaan May Day di Bandung, Rabu (1/5/2019).

Berdasar data sementara, tercatat ada 619 orang yang diamankan saat kerusuhan di Hari Buruh.

Menurut polisi, rincian data tersebut adalah 605 pria dan 14 wanita. Llalu 293 orang diantaranya berusia di bawah umur.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kelompok ini mengatasnamakan Anarko atau kelompok berbaju hitam. Mayoritas anggotanya adalah warga Bandung Raya.

"Kita masih dalami satu per satu bagaimana mereka dapat informasi untuk berkumpul atau melakukan tindakan secara masif atau sistematis melakukan vandalisme dan kegiatan yang merugikan warga Kota Bandung khususnya. (Motifnya) kita tidak bisa berandai-andai nanti akan terjawab setelah pemeriksaan," ujar Truno di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (1/5/2019).

Baca Juga: Polisi: Kelompok Baju Hitam yang Beraksi di Bandung Bernama Anarko

3. Mencoreng aksi para buruh

Ratusan anak muda diamankan aparat Polrestabes Bandung di tengah perayaan May Day di Bandung, Rabu (1/5/2019).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Ratusan anak muda diamankan aparat Polrestabes Bandung di tengah perayaan May Day di Bandung, Rabu (1/5/2019).
Truno menjelaskan, kejadian itu mendapat protes dari serikat buruh yang merasa aksinya tercoreng dengan hadirnya kelompok itu.

"Para buruh mereka keberatan. Nanti mereka akan buat laporan karena ada kendaraan mereka yang dirusak. Kita tunggu saja. Tidak hanya serikat buruh yang merasa tercoreng, tapi warga Bandung sangat komplain," jelasnya.

Untuk penyelidikan para pelaku, Truno memastikan proses pemeriksaan akan sesuai dengan ketentuan termasuk dalam menangani anak di bawah umur dan perempuan.

"Kalau untuk anak di bawah umur tentu kita taati azas Undang-Undang khusus tentang anak. Di mana penanganannya khusus, proses penyidikannya khusus dan waktunya ditentukan lebih cepat," ungkapnya.

Baca Juga: "May Day" di Bandung, Dua Fotografer Dapat Tindak Kekerasan Oknum Polisi

4. Gerombolan Anarko rusak jembatan cagar budaya di Malang

Aksi vandalisme oleh sekelompok massa berpakaian serba hitam di Jembatan Kahuripan Kota Malang yang videonya tersebar di media sosial.Dok. Screenshot dari video yang beredar di media sosial Aksi vandalisme oleh sekelompok massa berpakaian serba hitam di Jembatan Kahuripan Kota Malang yang videonya tersebar di media sosial.

Gerombolan perusuh berpakaian serba hitam melakukan aksi vandalisme di pagar Jembatan Kahuripan Kota Malang di sela aksi peringatan Hari Buruh Internasional di Bundaran Tugu Kota Malang, Rabu (1/5/2019).

Aksi tersebut segera mendapat kecaman dari Tim Ahli Cagar Budaya (TABC) Kota Malang.

"TACB Kota Malang mengutuk keras perbuatan merusak struktur cagar budaya yang dilakukan oleh oknum pendemo hari ini. Struktur Jembatan Kahuripan termasuk 32 cagar budaya yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Malang pada akhir 2018 lalu," kata Agung Buana, Sekretaris TABC, melalui pesan tertulis yang diterima Kompas.com.

Seperti diketahui, aksi tidak terpuji itu terekam video dan tersebar di media sosial. Dalam video itu, mereka berpakaian serba hitam. Sebagian wajahnya juga ditutup dengan kain warna hitam.

Mereka salah satunya menuliskan kata 'menolak upah murah' tepat di pagar jembatan.

Selain berpakaian serba hitam dengan penutup wajah, sekelompok massa itu juga membawa bendera hitam dengan lambang A dalam lingkaran. Lambang itu biasa diartikan sebagai lambang anarkis.

Mereka juga membawa bendera warna merah hitam yang merupakan bendera dari Anarko Sindikalisme yang tak lain merupakan kelompok pergerakan buruh.

Baca Juga: Kelompok Baju Hitam Beraksi di Malang saat "May Day", Rusak Jembatan Cagar Budaya

5. Pelaku berbaju hitam merusak restoran McDonald's di Makassar

Suasana di restoran cepat saji McDonalds usai dilempari batu dan dicoret oleh beberapa oknum saat peringatan hari buruh di Makassar, Rabu (1/5/2019).KOMPAS.com/HIMAWAN Suasana di restoran cepat saji McDonalds usai dilempari batu dan dicoret oleh beberapa oknum saat peringatan hari buruh di Makassar, Rabu (1/5/2019).

Dua pemuda di Makassar diamankan pihak kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa hari buruh sedunia ( May Day) di sekitar Jalan A. P. Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/5/2019).

Keduanya diamankan karena diduga melakukan pengrusakan restoran cepat saji McDonald's yang terletak di jalan tersebut. Aksi pengrusakan ini awalnya disaksikan sekuriti McDonald's bernama Syamsul.

Syamsul mengatakan kejadian pengrusakan itu bermula ketika sekelompok orang berjalan dari arah barat dan langsung mendatangi kantornya hingga melakukan aksi vandalisme.

"Setengah 12 terjadi tadi. Cepat sekali tadi kejadian paling dua menit sampai 5 menit paling lama. Laki-laki semua pake topeng pakai baju hitam," ujar Syamsul saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga: Sekelompok Oknum Berpakaian Hitam-hitam Rusak Restoran McDonald's Makassar saat "May Day"

6. Polisi Makassar dalami kasus kerusuhan saat "May Day"

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Kapolsek Panakukang Kompol Ananda Fauzi Harahap membenarkan dua pemuda yang diamankan polisi.

Dua pemuda yang bernama Fauzi (22) dan Andika (23) itu kini sudah berada di Polsel Panakukang, Makassar.

Ia mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami motif keduanya melakukan perusakan.

"Kelompok ini tidak bergabung dengan kelompok buruh. Tapi berada di sekitaran kelompok buruh itu. Pada waktu kembali dari fly over melakukan pelemparan di McD," kata Ananda saat diwawancara.

Namun demikian, berdasaar penelusuran Kompas.com, kedua pemuda itu merupakan buruh bangunan. Namun keduanya menyangkal telah melakukan aksi pengrusakan di restoran cepat saji tersebut.

"Bukan saya yang bikin keributan, bukan saya yang coret-coret. Memang saya sama waktu jalan, waktu clash pisah. Ada buktinya saya langsung naik Grab. Yang bikin keributan tidak saya tahu," kata Fauzi, salah satu terduga.

Baca Juga: Moeldoko Minta Polisi Cari "Otak" Kelompok Berbaju Hitam saat "May Day"

7. Polisi: Pelaku diduga merupakan kelompok terselubung

Ilustrasi garis polisi.THINKSTOCK Ilustrasi garis polisi.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, para pemuda itu merupakan kelompok terselubung.

Mereka beraksi memanfaatkan kehadiran para buruh yang datang ke Bandung. Irman menegaskan jika kelompok itu bukan dari serikat buruh.

"Motifnya sedang didalami karena mereka seperti terselubung. Kami akan panggil pimpinan kelompoknya. Ini ada kelompok pelajar, mahasiswa, pengangguran, ini tentu jadi perhatian untuk ditindaklanjuti," ujar Irman.

Di tempat yang sama, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Mochamad Rifai menuturkan, kelompok pemuda itu diamankan lantaran melakukan aksi vandalisme dan perusakan fasilitas publik di kawasan Gedung Sate dan Dipatiukur.

"Mereka bukan kelompok buruh, tapi mereka masuk menyusupi untuk melakukan tindakan anarkis di jalan. Dan ada beberapa tempat dan TKP yang sudah mereka lakukan perusakan terhadap mobil, sepeda motor maupun pemukulan terhadap masyarakat," tutur dia.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sejumlah senjata tajam, cat semprot, double stick, dan minuman beralkohol dari tangan para pelaku.

Baca Juga: Polisi Dalami Motif Kelompok Berbaju Hitam Saat "May Day" di Bandung

Sumber: KOMPAS.com (Dendi Ramdhani, Himawan, Andi Hartik)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X