5 Fakta Penahanan Artis VA di Polda Jatim, Sempat Dirawat di Rumah Sakit hingga Ibu-ibu Demo di Polda Jatim

Kompas.com - 06/02/2019, 14:10 WIB
Ilustrasi sel tahanan. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi sel tahanan.

KOMPAS.com - Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Polda Bhayangkara Polda Jawa Timur karena masalah pencernaan, artis VA akhirnya dipindahkan ke sel tahanan, Senin (4/2/2019).

Seperti diketahui, VA telah menjadi tersangka dalam rangkaian kasus prostitusi online yang diungkap Polda Jatim pada 5 Januari lalu.

Dari hasil pemeriksaan digital forensik, artis VA diduga terlibat dalam penyebaran atau transmisi konten asusila melalui media elektronik. Artis VA diduga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 Ayat 1 tentang Kesusilaan.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. VA ditahan di sel tahanan Polda Jatim

Artis VA mendatangi Mapolda Jatim untuk pemeriksaan tersangka, Rabu (30/1/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Artis VA mendatangi Mapolda Jatim untuk pemeriksaan tersangka, Rabu (30/1/2019)

Kondisi kesehatan artis VA dinyatakan terus membaik usai menjalani perawatan sejak pekan lalu di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur (Jatim). Artis VA pun akhirnya dipindahkan ke ruang tahanan Polda Jawa Timur.

"Betul, sudah dipindahkan ke ruang tahanan, karena kondisinya sudah baik dan memungkinkan untuk dilakukan penahanan," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, Senin (4/2/2019).

Sebelumnya, tim kuasa hukum artis VA juga mengajukan penangguhan penahanan, dengan mengajukan Reni Setyawan, tante artis VA dan kuasa hukum sebagai jaminan.

Baca Juga: Kondisi Kesehatan Membaik, Artis VA Dipindah ke Rumah Tahanan Polda Jatim

2. Tante dan kuasa hukum VA ajukan diri sebagai jaminan

Kuasa hukum artis VA, Rahmat Santoso (kanan) di RS Bhayangkara Polda Jatim, Kamis (31/1/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Kuasa hukum artis VA, Rahmat Santoso (kanan) di RS Bhayangkara Polda Jatim, Kamis (31/1/2019)

Pihak VA sempat mengajukan penangguhan penahanan kepada Polda Jawa Timur. Saat itu, kuasa hukum dan keluarga artis VA siap menjadi penjamin.

"Selain tantenya (artis VA), tim kuasa hukum siap menjadi penjamin artis VA," kata kuasa hukum artis VA, Rahmat Santoso, Jumat (1/2/2019).

Menurut Rahmat, alasan pengajuan penangguhan saat itu karena kondisi VA yang lemah dan sakit.

"Juga alasan kemanusiaan, kita bersedia menjadi penjamin. Karena di sini hanya tantenya saja yang bersedia menjamin," ujar Rahmat.

Baca Juga:Tante dan Kuasa Hukum Artis VA Jaminkan Diri agar Artis VA Tak Ditahan

3. Penahanan VA mendapat kritikan Komnas Perempuan

Komisioner Komnas Perempuan Adriana Venny (tengah) saat berbicara di acara Media Briefing: Jangan Hukum Korban Perkosaan, di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/8/2018). KOMPAS.com/Devina Halim Komisioner Komnas Perempuan Adriana Venny (tengah) saat berbicara di acara Media Briefing: Jangan Hukum Korban Perkosaan, di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/8/2018).

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengaku prihatin dengan penahanan artis peran VA terkait kasus prostitusi online.

Artis VA dibawa kembali ke ruang tahanan Polda Jawa Timur setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Komisioner Komnas Perempuan Adriana Venny mempertanyakan tujuan dari penahanan tersebut mengingat kondisi kesehatan VA.

"Penahanan harusnya tidak diperlukan ya apalagi mengingat dia sakit-sakitan dan mengalami depresi. Korban ini sudah dihakimi di medsos. Penahanan itu untuk apa tujuannya?" kata Adriana kepada Kompas.com, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: Komnas Perempuan Pertanyakan Penahanan terhadap Artis VA

4. Ibu-ibu gelar aksi di Polda Jatim

Aksi emak emak di depan Mapolda Jatim, Jumat (1/2/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Aksi emak emak di depan Mapolda Jatim, Jumat (1/2/2019)

Puluhan ibu rumah tangga menggelar aksi di depan Markas Polda Jawa Timur, Jumat (1/2/2019). Mereka mendesak polisi untuk segera menangkap dan menghukum pria hidung belang dalam kasus prostitusi online.

Sambil berorasi, emak-emak juga membentangkan spanduk yang berisi desakan kepada polisi untuk segera menangkap pria hidung belang sebagai pemesan praktik prostitusi online, serta seruan moral agar Jawa Timur sebagai provinsi yang religius, bersih dari praktik prostitusi.

"Tangkap pria hidung belang, adili pria hidung belang," kata pengunjuk rasa.

Rina Restu, koordinator aksi emak-emak menyebut, aksinya itu murni sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya praktik prostitusi online.

"Mereka juga khawatir, anak-anak mereka juga ada yang perempuan," katanya.

Baca Juga: Demo Polda Jatim, Emak-emak Minta Pria Hidung Belang Juga Dihukum

5. Tanggapan Menteri Yohanna terkait praktik prostitusi online

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise usai rapat konsultasi antara pemerintah dan DPR di ruang rapat pansus B, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/2/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise usai rapat konsultasi antara pemerintah dan DPR di ruang rapat pansus B, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan, kasus prostitusi online di kalangan publik figur atau artis bukan semata-mata didasarkan pada kebutuhan ekonomi.

Menteri Yohana berpendapat, fenomena itu lebih disebabkan pengaruh perilaku gaya hidup yang berlebihan.

"Kalau sudah begitu, prostitusi tentunya bukan lagi tentang cara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi malah menjadi gaya hidup, bagaimana mendapat uang yang banyak dengan waktu yang singkat," ujar Yohana dalam siaran pers, Jumat (25/1/2019).

Seperti diketahui, praktik ilegal tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

Baca Juga: Menteri Yohana Nilai Prostitusi Artis akibat Gaya Hidup Berlebihan

Sumber: KOMPAS.com (Fabian Januarius Kuwado, Achmad Faizal, Devina Halim)

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan 'Contact Tracing'

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan "Contact Tracing"

Regional
Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Regional
Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Regional
Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Regional
Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Regional
Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Regional
Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Regional
Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Regional
Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Regional
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Regional
Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Regional
Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Regional
Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Regional
Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X